Ruang Baca

Ruang Baca

Selasa, 16 Juni 2020

Ruang Baca 16 : Amalan Hangus Gara-Gara Status

Pada edisi bulan Juni ini, Hira menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah Hira baca. Hira menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah Hira baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan.
So, Check this one !

Judul Buku                  : Amalan Hangus Gara-Gara Status
Penulis                         : @nashihatku.
Penerbit                       : Salam Books
Tahun Terbit                : Cetakan 1, Februari 2018
Jumlah Halaman          : 168 hlm

Ngeri gak sihh, kita ibadah tapi enggak dapat apa-apa? Amit-amit, jangan sampai ya ibadah yang telah kita kerjakan dengan sepenuh hati sia-sia, tidak diterima karena riya, mengharap pujian dan kekaguman dari orang lain. Memposting kegiatan ibadah kita yang sering tidak kita sadari akan menjebak kita pada perbuatan pamer, ujub, takabur, sombong dan paling berbahaya adalah riya. Kita kerap lupa diri bahwa membanggakan diri lewat postingan amal baik itu akan menjebak kita pada penyakit riya.

Perlu kita renungkan bahwa amalan baik tak perlu kita umbar, wartakan, dan sebarkan di media sosial, dikit-dikit update status. Apabila niat kita beramal agar mendapatkan pahala dari Allah, tentunya tidak boleh riya. Karena ingin mendapatkan sanjungan, pujian, dan mengangankan ketinggian derajat di mata manusia; kita dengan begitu senang membagikannya di media sosial. Hal ini merugikan kita, lho, sebab amal saleh tak boleh dibarengi jiwa sombong, angkuh, dan bangga diri. Betapa ruginya kita saat pahala ibadah itu harus musnah hanya gara-gara status yang mengandung unsur riya di dalamnya.

Meskipun riya atau pamer kebaikan termasuk riya kecil, kita harus waspada dan intropeksi diri. Sesuatu yang kecil bila dibiarkan akan menjadi besar dan persoalan syirik kecil ini boleh jadi akan menjadi besar. Kita yang akan rugi seruginya. Jangan sampai kita riya ketika beramal dan beribadah. Ingatlah, apabila amal perbuatan yang kita lakukan tidak atas dasar tulus ikhlas, itu hanya akan sia-sia; amalan kita akan hangus karena kita tidak mendapatkan pahala.



Sebuah buku yang positif, sangat sesuai untuk intropeksi diri. Sebuah buku yang bisa dibaca oleh semua kalangan. Bahasanya yang ringan dan langsung mengena membuat buku ini tidak terlalu berat dibaca oleh kalangan remaja. Apalagi dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi yang menarik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar