Ruang Baca

Ruang Baca

Kamis, 31 Desember 2020

Ruang Baca : Anak Rembulan, Negeri Misteri Di Balik Pohon Kenari

 Judul Buku.  : Anak Rembulan, Negeri Misteri Di Balik Pohon Kenari

Penulis.          : Djokolelono

Penerbit .        : PT Mizan Pustaka

Tahun Terbit.  : 2011

Jumlah halaman : 350

Bisa dibilang saya telat banget tahu buku ini. Awalnya saya iseng melihat koleksi buku perpustakaan rumah. Saat itu ada beberapa buku yang menarik perhatian saya dan buku ini cuma saya lirik secara sekilas, tanpa ada niat untuk membacanya, apalagi buku ini termasuk kategori buku anak. Sampai akhirnya semua buku yang menarik sudah selesai saya baca. Mo gak mau buku yang belum saya baca tinggal buku ini. Akhirnya saya memaksakan diri untuk membaca buku ini. Saat membaca itulah, saya terpesona dengan buku ini. Kekuatan bertutur penulisnya luar biasa, tidak kalah dengan buku cerita fantasi dari luar negeri. Salah satu buku fantasi yang layak untuk dikoleksi. Imajinasi cerita sangat kuat, dengan kultur lokal yang kokoh. Gaya penceritaannya begitu membumi. 



Ruang Baca : Atomic Habits

 Judul Buku : Atomic Habits

Penulis.        : James Clear

Penerbit .      : PT Gramedia Pustaka Utama ( terjemahan Indonesia)

Tahun Terbit. : 2020

Jumlah hlm.   : 340

Atomic Atoms, perubahan kecil yang memberikan hasil luar biasa. Sebuah buku motivasi yang ditulis berdasarkan pengalaman hidup sang penulis. Untuk mengubah hidup, kita tidak perlu memikirkan hal-hal besar. Tapi mulailah dari hal-hal kecil. Penulis buku ini membagikan strategi agar hal-hal kecil yang dianggap remeh bisa mendatangkan perubahan besar



Liburan dengan Berkebun

Liburan akhir tahun ini memang tak biasa, klo sebelum-sebelumnya, liburan akhir tahun tempat wisata penuh dan rumah sepi ditinggal travel : D. Maka tahun ini sebaliknya, tempat wisata sepi dan rumah lebih ramai karena liburan banyak di rumah, so daripada gabut dan bosen di rumah, yuk kita isi liburan ini dengan berkebun ^^



Kaoru Kamiya

Well, selama ini Hira enggak adil terhadap satu sosok ini. Yep, bagi fangirl Kenshin Himura, cuma Kenshin yang terlihat "wah" yang lainnya cuma numpang lewat :D apalagi Kaoru, pasti sebagian fangirl Kenshin bilang " yaelah, ngapain sih lu ngikut-ngikut mulu" XD atau yang lebih ekstrim bilang "males banget...banget...ngeliat Kaoru" >_0

Makanya saat ini, Hira baru bisa lihat another side of Kaoru☺😂😂 Sebagai perempuan, Kaoru itu bukan sosok yang biasa. Kaoru itu bener-bener perempuan yang cantik luar dalam. Ini nih yang kadang gagal dipahami oleh perempuan-perempuan masa kini, kecantikan itu dari dalam diri, bukan hanya dari penampilan luar. Kaoru contoh emansipasi perempuan pada masanya, mandiri, berhati mulia tapi tegas



Bunga Kering / Herbarium



Dulu, zaman masih sekolah, sering banget bikin herbarium dari tanaman yang ada di sekitar rumah. Saat itu, teknik herbariumnya sangat sederhana, bunga atau daun yang mau dikeringkan, ditaruh di dalam lipatan-lipatan buku. Kemudian buku tersebut ditumpuk dengan pemberat. Beberapa hari kemudian, jadilah herbarium yang diinginkan.

Saat ini, herbarium up kembali. Apalagi kebutuhan agar terlihat instragamable semakin menjadi-jadi, mo gak mau kebutuhan herbarium meningkat tajam. Banyak teknik pembuatan herbarium yang digunakan. Tapi yang paling sederhana bunga atau tanaman yang mo dibuat herbarium tersebut dikeringkan selama 10 hari, setelah kering, bunga atau tanaman tersebut disemprot dengan hairspray. Pada musim hujan seperti ini, sangat susah mengeringkan bunga/ tanaman di bawah terik matahari, so jangan khawatir, bunga / tanaman tersebut cukup diangin-anginkan saja sampai kadar airnya berkurang.  

Contoh herbarium dari ilalang dan rumput 


Sabtu, 14 November 2020

Panen Sayur dari Kebun Sendiri


Sibuk nanem segala rupa bukan karena latah ngikutin trend yang lagi up saaat ini ya, sejak dari zaman baheula, hobi nanam-menanam emang udah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari saya #eh 😄😄 setiap ada jengkal tanah yang tersisa, dengan ributnya minta ampun saya pasti langsung nanemin sejengkal tanah tersebut. Entah kapan pastinya obsesi nanem tersebut muncul, yang pasti sampai detik ini, saya masih setia dengan kegiatan nanam-menanam. Dulu zaman masih sering traveling pun, suvenir yang saya bawa itu pasti tanaman. sampe teman saya, keluarga saya protes, ngapain jauh-jauh bepergian cuma bawa tanaman dan bahkan yang lebih ekstrim lagi, dalam kereta yang berdesak-desakkan pun saya masih berusaha membawa tanaman. Begitu juga jika pulang dari gunung pun suvenir yang saya bawa pun tanaman. meskipun ending-nya tanaman yang saya bawa tersebut tidak bertahan lama karena perbedaan suhu dan  habitat.

Karena hobi yang satu inilah, saya juga nanem sayur-sayuran dan empon-emponan di halaman rumah, mulai dari kangkung, bayam, sawi, terong, seledri, cabe, daun pandan, jeruk nipis, sereh, daun jeruk purut, jahe,dsb. meskipun hasil panennya tak seberapa, cukuplah untuk kebutuhan pribadi dan tetangga di sekitar. Panen dari kebun sendiri itu lebih memuaskan daripada beli 

Selasa, 10 November 2020

Mengenang 10 Nopember

 



Siang itu matahari bersinar terik sekali dan suasana begitu lengang ketika saya menysuri kawasan Tugu Pahlawan dan Museum 10 Nopember. Sesekali saya berpapasan dengan staf pegawai museum. Di kawasan inilah, kisah heroik 10 Nopember diabadikan. Kisah heroik yang tidak hanya terekam dalam sejarah negeri ini, tetapi juga terekam dalam sejarah dunia. Kisah keberanian para pemuda yang lebih memilih untuk melawan armada elit dunia (pihak sekutu) yang dipimpin Inggris daripada dijajah lagi.



Kini... kisah heroik tersebut tinggal menjadi sejarah kepahlawanan bagi kita yang masih hidup. di bawah monumen inilah disemayamkan beribu-ribu pahlawan tanpa nama yang mengorbankan nyawanya demi  mewujudkan kemerdekaan. Kisah keberanian mereka bisa menjadi inspirasi bagi para pemuda negeri ini untuk terus berbakti dan berkarya.




Rabu, 30 September 2020

Nanem Bunga untuk Luar Rumah (Outdoor)

 Well, lanjut ke part 2 edisi nanem bunga atau kembang ^^ klo edisi berkebun yang pertama bahas bunga untuk dalam rumah atau indoor. Maka kali ini kita bahas bunga untuk luar ruangan (outdoor)




Untuk pemilihan bunga luar rumah, sesuaikan dengan karakter kalian, misalkan karakter kalian adalah simpel maka pilihlah bunga yang mudah perawatannya, tidak butuh banyak perlakuan dan tampilannya pun minimalis. contoh bunga yang sesuai dengan karakter ini adalah bunga sansiviera atau sering disebut dengan bunga lidah mertua. Bagi karakternya yang perfeksionis, biasanya pilihan jatuh pada bunga-bunga yang cantik seperti anggrek. Bunga anggrek memang gampang-gampang susah perawatannya tetapi worth it



Selain sesuai dengan karakter kalian, untuk pemilihan bunga luar rumah juga perlu disesuaikan dengan faktor sinar matahari. Ada beberapa bunga yang tidak bisa ditempatkan di bawah sinar matahari langsung seperti bunga aglonema suksom jaipong,bunga calathea. tetapi ada juga bunga yang semakin bagus jika ditanam/ditempatkan di tempat yang banyak sinar matahari contohnya seperti bunga keladi, bunga matahari dan bunga pucuk merah.





Selasa, 29 September 2020

Lockdown jilid 2






 Well, untuk mengisi waktu luang di masa seperti ini, saya mencoba untuk menyibukkan diri dengan kegiatan berkebun :) . Seperti yang saya tulis di postingan sebelumnya, berkebun itu banyak manfaat positifnya. Dengan berkebun, ada proses healing bagi jiwa yang seharian sibuk berkegiatan. Selain itu, dengan berekebun kita bisa menyumbang oksigen di muka bumi ini. Lalu apa saja yang bisa ditanam di kebun, berkebun tidak hanya terbatas pada tanaman pangan  tetapi bisa juga tanaman hias


Jumat, 31 Juli 2020

Yuk Menanam Pohon

Jangan pergi meninggalkan bumi ini tanpa menanam pohon atau tumbuhan lainnya? Eits, seberapa pentingkah menanam pohon sampai saya harus menulis pernyataan tersebut. Pelan-pelan mari kita urai apa dan mengapa harus menanam pohon dan tumbuh-tumbuhan. 



Pertama, tanpa kita sadari setiap hari kita berhutang budi pada pohon dan tumbuh-tumbuhan, kok bisa? Ya bisalah, karena setiap kita mengkonsumsi oksigen yang dihasilkan oleh pohon dan tumbuh-tumbuhan (walaupun tidak semua oksigen berasal dari tumbuhan). 


Yang kedua tanpa kita sadari, kita sering memakai produk-produk dari pohon dan tumbuhan, contohnya kita memakai tissu yang bahannya dari pohon, kertas-kertas tulis yang juga berasal dari pohon, furnitur-furnitur yang terbuat dari kayu dll. 


Yang ketiga, kita telah menikmati keindahan dan kenyamanan karena adanya pohon dan tumbuhan. Bayangkan kita hidup di dunia yang makin sempit dan padat bangunan, panas matahari yang biasanya diserap oleh hutan, tanah lapang dan air. Tetapi sekarang sudah langsung diserap bangunan-bangunan buatan manusia. So, di sinilah pentingnya pohon dan tumbuhan yang bisa menghalangi panas matahari sampai di bumi. Selain itu, asap polusi kendaraan yang berjuta-juta kubik dibuang di bumi ini bisa dinetralkan oleh pohon, belum lagi partikel-partikel debu berhamburan di bumi ini, dengan adanya pohon dan tumbuh-tumbuhan, partikel-partikel debu dan asap polusi kendaraan dapat disaring oleh pohon dan tumbuh-tumbuhan.



Maka, tak perlu berpanjang-panjang kata lagi, sudahkah kita menanam pohon dan tumbuhan? Berapa banyak pohon dan tumbuhan yang telah kita tanam? Sebagai langkah awal, mari kita hijaukan bumi ini! Langkah ini bukan untuk siapa-siapa tapi diri kita sendiri dan anak cucu kita.


Berbagi

Kawan, sudahkah hari ini berbagi dengan orang lain? Percayalah, kita tidak harus jadi orang kaya untuk berbagi karena kekayaan harta benda bukan satu-satunya jenis kekayaan di muka bumi ini. So, proses berbagi pun tak harus berupa benda atau uang tapi bisa berupa kekayaan lainnya, seperti berbagi motivasi, berbagi visi, berbagi ilmu, kreativitas dan lain sebagainya. Bahkan, kita bisa berbagi untuk hal-hal kecil yang acapkali terlihat remeh bagi kita seperti berbagi senyuman, berbagi salam, berbagi tanaman, berbagi kebaikan, berbagi nasihat dll. Jadi jangan ragu untuk berbagi, mulai detik ini mari kita berbagi dengan orang lain. Ingat, harta bukan segala-galanya, kalau pun kita banyak harta, kekayaan harta tersebut bukan mutlak milik kita tapi ada hak orang lain dalam harta tersebut.

 

Jadi konsep berbagi itu bukan untuk membuat kita miskin, membuang-buang harta dsb. Tetapi berbagi akan makin memperkaya kita secara batin.

 


Pendek kata, selagi kita masih hidup, mari kita berbagi kebaikan kepada orang lain.


Minggu, 12 Juli 2020

Ketika Hobi Berkebun Jadi Trending

Setelah sebulan full ngebahas buku, yuk balik lagi ke hal-hal yang kreatif^^. 
Untuk kesempatan kali ini kita bahas tentang berkebun. yang akhir-akhir ini lagi trending. 
Enggak nyangka banget ketika di medsos pada rame-rame bahas berkebun. Yep, ketika hal yang udah biasa kamu lakuin jadi trending itu rasanya aneh, bukannya bangga atau gimana gitu. cuman dalam hati mikir, kenapa baru sekarang pada heboh. padahal berkebun itu asyik lho, selain kita bisa nyumbang oksigen bagi penduduk di bumi ini. Berkebun juga secara psikologis dapat menjadi terapi healing. Penyembuhan alami bagi segala keruwetan pikiran setelah seharian bekerja.


1. Nanem bunga untuk ruangan di dalam rumah (indoor)
               Ada bermacam-macam bunga yang bisa ditanam untuk ruangan di dalam rumah. kalau tidak pingen ribet ngerawatinnya ya kita bisa menanam bunga lidah mertua, bunga sri redjeki atau jenis-jenis kaktus. Tapi jika kita punya waktu untuk merawat bunga kita bisa menanam bunga-bunga yang berbunga banyak seperti anggrek, bunga krisan, bunga aster dsb. Berikut ini contoh bunga-bunga yang saya tanam.

Bunga Krisan untuk penghias pojok-pojok ruangan

Memang nanem bunga krisan bukan perkara mudah, ribet plus gampang-gampang susah ngerawatinnya

Bunga Aster untuk menghias meja ruang tamu/keluarga


Selain bunga krisan, bunga aster dapat menjadi pilihan untuk menghias ruangan rumah. Bunga aster bisa ditaruh di atas meja atau bisa juga ditanam di pojok-pojok ruangan

Bunga Lili juga bisa menjadi penghias pojok ruangan


Untuk bunga lili memang sebaiknya penanaman di luar rumah. Nanti setelah mekar bunganya baru dipotong dan dijadikan bunga penghias pojokan rumah. Bagus kan? memang bunga yang satu ini harganya agak sedikit mahal tapi worth it lah sama indahnya



Bunga Keladi juga dapat menjadi penghias meja

Bunga keladi juga bisa menjadi pilihan kalian dalam menghias ruangan rumah. selain jenis pilihan warna daun bunganya banyak. Tanaman hias yang satu ini mudah perawatannya

Tanaman paku-pakuan juga bisa untuk menghias meja baca 

Tanaman paku-pakuan yang saya jadikan penghias meja ini banyak sekali tumbuh liar di pinggir-pinggir tembok rumah. Untuk memindahkannya di pot, media tumbuhnya di alam liar juga perlu dipindahkan.

bagi yang bokek atau dana yang dimiliki sangat terbatas, enggak perlu pusing. Untuk pot media tanaman hiasan dalam rumah ini kita bisa memanfaatkan apa saja. Bisa saja  kita menggunakan gelas, wadah bekas jelli, mangkok atau bekas botol. Banyak barang yang bisa dimanfaatkan. tinggal kitanya saja yang pinter-pinter mengkreasikannya


to be continue.......
sampai jumpa di part 2

Selasa, 30 Juni 2020

Ruang Baca 30 : Sukses Membangun Authentic Personal Branding

Pada edisi bulan Juni ini, Hira menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah Hira baca. Hira menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah Hira baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan.
So, Check this one !



Judul Buku                  : Sukses Membangun Authentic Personal Branding
Penulis                         : Humpert. Rampersad
Penerbit                       : Penerbit PPM
Tahun Terbit                : 2008 (Edisi Indonesia)
Jumlah Halaman          : 277 hlm

Memiliki reputasi atau sebuah merek profesional yang baik menjadi aset yang penting pada era online, virtual dan individual ini. Reputasi menjadi semakin penting dan merupakan salah satu jalan kunci keberhasilan seseorang. Maka dari itu, lebih penting menjadi merek Anda sendiri dan menjadi CEO kehidupan sendiri.

Personal Branding atau merek pribadi harus ‘asli’ artinya merek tersebut selalu merefleksikan karakter yang sesungguhnya. Merek pribadi harus dibangun berdasarkan impian-impian, tujuan hidup, nilai, keunikan, kejeniusan, gairah, spesialisasi dari hal yang disuka. Merke tersebut harus didasarkan pada filosofi hidup, impian, visi, misi, nilai-nilai peranan utama, identitas, pengetahuan diri, kepedulan diri, tanggung jawab diri, atribut positif dan manajmen diri.

Jika Anda ingin mengubah, memperbaiki dan membangun merek pribadi Anda, maka buku ini adalah buku yang tepat untuk Anda baca. Penulis buku ini dengan detail membagi rumus kesuksesannya dalam membangun merek pribadi. Bukan sembarang merek pribadi apalagi cuma merek polesan atau tempelan yang dapat menghilang begitu saja tetapi merek pribadi yang asli yang mencerminkan karakter sebenarnya

Senin, 29 Juni 2020

Ruang Baca 29 : KUBIK LEADERSHIP Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup

Pada edisi bulan Juni ini, Hira menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah Hira baca. Hira menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah Hira baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan.
So, Check this one !



Judul Buku                 : KUBIK LEADERSHIP Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan            
                                      Hidup
Penulis                        : Farid Poniman dkk
Penerbit                      : Penerbit Hikmah
Tahun Terbit               : Oktober 2005
Jumlah Halaman         : 401 hlm





Hidup ini singkat,
Jadi berikanlah yang terbaik.

Sepenggal kalimat tersebut dikutip dari isi buku ini, sebuah motivasi yang luar biasa bagi kehidupan di dunia ini. Dari sepenggal kata tersebut saja kita bisa menilai bahwa buku ini adalah buku yang tepat bagi kita yang ingin mengadakan perubahan dalam hidupnya. Mengisi kehidupan ini dengan hal-hal yang bermakna. Tidak perlu tenggelam dalam ratapan diri yang malang, cobalah untuk membaca buku ini, niscaya banyak motivasi luar biasa yang menginspirasi kita untuk berubah ke arah posistif.

Motivasi yang ditawarkan buku ini bukan hanya motivasi sementara, tetapi juga motivasi yang bersumber dari spiritual kita. Keyakinan kita akan menambah dorongan motivasi tersebut. Karena pada dasarnya semua kekuatan yang dibutuhkan untuk meraih sukses dan kemuliaan hidup sudah ada di dalam diri kita. Tinggal bagaimana kita membangunkan kekuatan tersebut.


Buku ini bisa dimanfaatkan sebagai tiga hal yaitu : sebagai peta arah hidup, sebagai alat bantu untuk meraih kesuksesan dan terakhir sebagai pengingat dan pembimbing 

Minggu, 28 Juni 2020

Ruang Baca 28 : Orang-Orang Tercinta, ( Kumpulan Cerpen Anak )

Pada edisi bulan Juni ini, Hira menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah Hira baca. Hira menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah Hira baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan.
So, Check this one !



Judul Buku                  : Orang-Orang Tercinta
Penulis                         : Soekanto SA
Penerbit                       : Penerbit Buku Kompas
Tahun Terbit                : Februari 2006
Jumlah Halaman          : xii + 160 hlm

Mengapa harus mereview buku anak? Karena saya pikir penting sekali untuk merekomendasikan buku anak. Di tengah serbuan gadget dan game yang banyak membuat anak kecanduan. Buku ini adalah alternatif yang tepat untuk mengisi masa tumbuh kembang anak. Sebuah buku yang ditulis dengan sederhana tapi penuh makna, tanpa menggurui atau mendikte anak. Di sinilah kualitas buku ini berbicara. Sang penulis buku ini bisa dibilang adalah pakar dalam penulisan cerita anak. Beliau sudah malang melintang dalam dunia kepenulisan cerita anak-anak. Kisah biasa sehari-hari dapat beliau ramu menjadi cerita yang menarik. Beliau mengisahkan kisah biasa tersebut dengan bahasa yang sangat membumi, begitu khas dengan dunia anak.

Sebenarnya, buku-buku seperti inilah yang perlu diperbanyak sebagai bekal bacaan yang bermutu bagi masa depan anak. Ibarat makanan bergizi, buku ini adalah asupan yang tepat bagi pendidikan anak. Buku ini memberi kebebasan untuk berimajinasi, tidak bersifat mendikte seperti game atau televisi. Anak tidak dipaksa harus begini atau begitu, tapi dengan kisah keteladanan yang sederhana, anak bisa mulai memikirkan mana yang buruk dan baik.

Pendek kata, buku ini adalah buku yang tepat untuk mengisi koleksi bacaan anak, sangat tepat juga untuk bahan literasi di sekolah-sekolah dasar dan menengah. 

Sabtu, 27 Juni 2020

Ruang Baca 27 : Kisah Pelayaran Doktor Dolittle


Pada edisi bulan Juni ini, Hira menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah Hira baca. Hira menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah Hira baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan.
So, Check this one !



Judul Buku                  : Kisah Pelayaran Doktor Dolittle
Penulis                         : Hugh Lofting
Penerbit                       : BPK Gunung Mulia
Tahun Terbit                : 1980
Jumlah Halaman          : 335 hlm

Buku ini mengisahkan kisah pelayaran Doktor Dolittle dengan Tommy Stubbins, anak tukang sepatu. Selain mengajak Tommy berlayar, Doktor Dolittle juga mengajari Tommy segala hal tentang binatang dan bahasa mereka. Sebuah cerita yang seru dan imajinatif, di dalam buku ini diceritakan bagaimana Doktor Dolittle bisa memahami bahasa binatang dengan sangat fasih. Setiap Doktor Dolittle pulang dari pelayaran, para binatang pun berbondong-bondong menemui beliau untuk meminta nasihat. Enggak kebayang kan serunya? Belum lagi kisah-kisah pelayaran Doktor Dolittle yang mendebarkan : kapal yang dinaiki hancur dihantam badai, pengalaman hidup di pulau terapung sampai kisah Doktor dinobatkan menjadi raja oleh penduduk asli suatu pulau.

Sebuah cerita anak-anak legendaris yang diterjemahkan dengan baik ke dalam bahasa. Kualitas terjemahan yang mudah dipahami oleh anak-anak menjadikan buku jadul yang satu ini layak dikoleksi.

Jumat, 26 Juni 2020

Ruang Baca 26 : Melawan Hantu


Pada edisi bulan Juni ini, Hira menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah Hira baca. Hira menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah Hira baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan.
So, Check this one !



Judul Buku                  : Melawan Hantu
Penulis                         : Suwarna Pragolapati
Penerbit                       : Pustaka Jaya
Tahun Terbit                : 1976
Jumlah Halaman          : 72 hlm


Lagi-lagi buku jadul. Yep, buku terbitan tahun 70-an ini kembali menjadi rekomendasi saya untuk bacaan anak. Jangan dilihat tahun terbitnya tapi lihat kisah yang ditulis di dalamnya. Sebuah kisah keteladanan seorang anak yang membantu lingkungan tempat tinggalnya dalam mengungkap teror hantu yang suka mencuri. Seru?, pastinya. Buku ini mampu mengisahkan kisah petualangan dengan rasa kearifan lokal. Tidak kalah dengan cerita petualangan lima sekawan yang melegenda itu. Cerita petualangan yang sangat kental dengan latar belakang daerah pantura. Penulis mampu menggambarkan latar daerah pantura dengan gamblang dan alur yang mengalir lancar.

Lalu di mana tempat untuk membeli buku ini dan membacanya? Mungkin, buku ini bisa dibeli di pasar loak buku atau bisa saja baca di perpustakaan. Tidak mudah memang dalam mendapatkannya. Karena terkadang nemu satu judul buku di pasar loak buku itu bukan perkara mudah. Terkadang kita harus milah satu persatu tumpukan buku. Tapi saya rasa sangat sepadan dengan kualitas buku bagus yang kita temukan.

Kamis, 25 Juni 2020

Ruang Baca 25 : Penyamun Dalam Rimba

Pada edisi bulan Juni ini, Hira menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah Hira baca. Hira menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah Hira baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan.
So, Check this one !



Judul Buku                  : Penyamun Dalam Rimba
Penulis                         : Mochtar Lubis
Penerbit                       : BP Pustaka Jaya
Tahun Terbit                : 1972
Jumlah Halaman          : 124 hlm


Kenapa harus review buku anak? Karena saya ingin membahas buku-buku untuk anak yang bagus untuk perkembangan anak dan tentunya dengan membahasnya saya ingin merekomendasikan buku tersebut. Yep, sejujurnya jika ditanya buku anak yang bagus maka saya akan merekomendasikan buku ini. Buku-buku hasil terbitan Balai Pustaka memang tidak ada gantinya, kualitas cerita dan teknik penulisan bukunya bagus. Mungkin buku-buku seperti ini sudah susah dicari, bisa jadi hanya ada di perpustakaan, di pasar loak atau koleksi pribadi.

Buku anak yang satu ini termasuk kategori buku jadul, karena terbit hampir 50 tahun yang lalu. Kenapa tetap saya rekomendasikan untuk buku bacaan anak. Yep, karena isinya yang bermutu. Seharusnya memang seperti inilah buku cerita anak itu. Kisah petualangan ketiga anak remaja yang berpetualang dengan pamannya dalam menjelajahi Hutan Sumatera. Sebuah buku yang langka, karena jarang sekali keindahan hutan kita yang dikisahkan dengan detil dalam buku. Mungkin bagi kita luasnya hutan tersebut tinggal menjadi kenangan karena beberapa puluh terakhir pembukaan hutan untuk pemukiman dan keperluan lainnya tak terelakkan. Hutan masih ada, tapi tentunya tidak seluas tahun 70-an.


Kisah petualangan di buku ini begitu mengasyikkan, kita bisa membaca bagaimana serunya petualangan di alam bebas, mandi di sungai, berburu ikan, mendirikan tenda dari kayu dan atap dari daun-daun hutan. Melihat secara langsung hewan-hewan liar yang hidup di hutan, melihat secara langsung bunga-bunga hutan dan tanaman yang hanya ada di hutan. Saya rasa, buku seperti inilah yang perlu diperbanyak agar anak-anak dan remaja mulai mencintai hutan dan membantu menjaganya. Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari buku ini, meskipun kisah pemaparannya sederhana tapi isinya sangat bermakna. Tidak perlu diragukan lagi kualitas penulisan buku ini, karena buku ini karya dari maestro penulis tanah air, Bung Mochtar Lubis.

Rabu, 24 Juni 2020

Ruang Baca 24: Lupus ABG#16

Pada edisi bulan Juni ini, Hira menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah Hira baca. Hira menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah Hira baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan.
So, Check this one !



Judul Buku                  : Lupus ABG#16, Bukan Sakit Biasa
Penulis                         : Hilman & Boim Lebon
Penerbit                       : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit                : Mei 2013
Jumlah Halaman          : 168 hlm


Siapa yang tidak kenal Lupus?, salah satu karakter fiksi fenomenal pada akhir tahun 80an dan awal 90an. Lupus adalah remaja biasa yang bukan berasal dari kalangan elit tapi karakternya yang bikin dia tak biasa. Sosok yang satu ini begitu melekat dalam benak pembaca era akhir  80an dan awal 90an. Bahkan film-film yang dibikin dari karakter ini juga laris manis di pasaran. memang seharusnya seperti itulah sosok remaja, berkarakter tapi tetap gaul seperti remaja seusianya. Namanya remaja juga manusia biasa, wajar jika ngelakuin kesalahan dan tingkahnya konyol. Selama mereka berproses ke arah positif bukan ke arah negatif, orang dewasa sepatutnya memberi support terhadap proses tersebut

Selasa, 23 Juni 2020

Ruang Baca 23 : Bunga-Bunga Hari Esok


Pada edisi bulan Juni ini, Hira menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah Hira baca. Hira menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah Hira baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan.
So, Check this one !



Judul Buku                  : Bunga-Bunga Hari Esok
Penulis                         : Sasmito
Penerbit                       : Balai Pustaka
Tahun Terbit                : 1984
Jumlah Halaman          :

Kenapa harus review buku anak? Karena saya ingin membahas buku-buku untuk anak yang bagus untuk perkembangan anak dan tentunya dengan membahasnya saya ingin merekomendasikan buku tersebut. Yep, sejujurnya jika ditanya buku anak yang bagus maka saya akan merekomendasikan buku ini. Buku-buku hasil terbitan Balai Pustaka memang tidak ada gantinya, kualitas cerita dan teknik penulisan bukunya bagus. Mungkin buku-buku seperti ini sudah susah dicari, bisa jadi hanya ada di perpustakaan, di pasar loak atau koleksi pribadi.


Lalu, apa yang bikin buku ini menarik? Kesederhanaan cerita menjadi kekuatan buku ini. Kesederhanaan cerita yang mengisahkan kehidupan sehari-hari remaja yatim piatu untuk menghidupi dirinya dan adiknya. Semuanya ditulis oleh penulis dengan gaya bahasa ringan, dan bahkan dibumbui dengan humor. Sebenarnya tema buku ini lumayan berat tetapi karena kepiawaian penulisnya tema yang berat tersebut menjadi ringan dan mudah dicerna oleh anak-anak dan remaja. Tema perjuangan seorang remaja yatim piatu memang bukan perkara ringan, tapi di tangan penulis buku ini tema tersebut bisa menjadi kisah yang menarik , dan dapat dijadikan motivasi oleh anak-anak dan remaja untuk tumbuh kembang dengan sebaik mungkin.

Senin, 22 Juni 2020

Ruang Baca 22 : Math Vs Sastra

Pada edisi bulan Juni ini, Hira menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah Hira baca. Hira menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah Hira baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan.
So, Check this one !



Judul Buku                  : Math Vs Sastra
Penulis                         : Annisa Ilmi Azkia
Penerbit                       : DAR! Mizan
Tahun Terbit                :  2011
Jumlah Halaman          : 156 hlm

Opposite Attract, selaksa 2 magnet yang berbeda kutub, saling tarik menarik dengan kuat begitupun dengan karakter utama dari novel remaja ini. Perbedaan karakter yang kuat antara Gea dan Clara memang tak terbantahkan. Gea yang dijuluki sastra lover karena saking sukanya sama sastra sangat bertolak belakang dengan Clara, yang dijuluki Math lover karena saking sukanya sama matematika dan IPA. Persaingan antara keduanya pun tak terelakkan, bersaing untuk membuktikan diri siapa yang terbaik. Persaingan yang pada akhirnya membuka mata hati keduanya, bahwa ternyata sang sastra lover enggak seperti yang selama ini Clara duga dan dibalik sosok math lover yang selama ini enggak Dea sukai tersimpan pribadi yang menarik perhatian Dea.

Kisah dua remaja ini disajikan dengan apik oleh penulis, kisah yang khas dengan keseharian remaja dan ditulis dengan bahasa yang asyik. Tema persahabatan yang diusung pun begitu realistis dan menarik. Memang seharusnya seperti itulah masa remaja, asyik dengan dunianya tapi tetap bertanggung jawab. Fokus dengan sekolah tapi tetap gaul.