Ruang Baca

Ruang Baca

Rabu, 19 Agustus 2015

It’s Laruku Day (hmm...maybe)

Mune ni itsu no himeno kagayaku anata ga irukara, namida kare hatetemo taisetsuna..anata..............”
Pletak!!
“Berisik banget sih, gak usah kenceng-kenceng!”
Mo tak mau sesosok wajah menoleh ke sumber keributan
“Apanya yang kenceng, mbak? ini kan udah pake headset”
Sang sumber keributan enggak mau kalah
‘Tapi tetep aja suara jelekmu kedengeran sampe kemana-mana”
Ups!! mo tak mau wajah tersebut tersenyum pasrah dan bergegas mematikan peralatan audio visualnya.
---
Yep itulah sekilas kisah pagi saya dengan sista, gara-gara Laruku, saya sing along dengan hebohnya sampe gak nyadar ada pihak yang terpolusi dengan suara saya hahaha... padahal saya sudah merasa dengan amat sangat yakin bahwa suara saya beda sebelas dua belaslah sama om Haido XDDDD.
Sebenarnya sudah lama sekali saya enggak menyibukkan diri dengan dunia perlarukuan, apalagi dalam tiga tahun ini status mereka hiatus sehingga membuat saya dan berjuta-juta fans laruku ikut-ikutan hiatus mode-on. Menjadi fans laruku itu memang unik, banyakan hiatusnya daripada aktifnya tapi tetap saja ketika mereka kembali fans menjadi sibuk sesibuknya (...sibuk Dl, sibuk nyari albumnya, sibuk nyari tiket konsernya, sibuk apdet sana-sini dan tiba-tiba sibuk di jejaring sosial...xDD). tapi ya itu semua hanya berlangsung sesaat, karena aktivitas laruku seperti angin, gak jelas datangnya, bisa saja fans membuat asumsi ini dan itu tapi tetap saja sering terkaget-kaget dengan sifat nyeleneh mereka. Seperti tahun lalu ketika tanpa angin tanpa hujan mereka secara mendadak ngumumin konser di National Stadium....alamaak galau massal terjadi. Mana negeri tercinta tak masuk dalam live view screening. Deuh...deuh...om... sungguh tega-teganya kalian...kasihan kan fans kalian yang ada di belahan-belahan dunia lain termasuk yang di sini :p.

Lalu apa sih yang saya dapatkan dari semua ini, laruku hanya menyadarkan saya tentang bagaimana matangnya manajemen mereka dalam menjual produk (dalam ini musik). Memang mereka tidak konser setiap tahun tapi branded mereka tetap terjaga, mereka benar-benar memperhatikan kualitas dalam melakukan aktivitas bermusik. Jadi mau tak mau penggemarnya sudah menyadari bahwa musik yang mereka nikmati itu bukan asal bikin tapi penuh perhitungan konsep. Bahkan dalam konser-konser mereka para  anggota Laruku benar-benar entertainer sejati. Mereka enggak cuma nyanyi dan bermusik tapi juga ngelawak untuk menghibur fansnya XDD
cr.video to owner