Ruang Baca

Ruang Baca

Jumat, 24 Januari 2014

Rich Man Poor Woman : a stories of Forgiveness, Creativity and Passion

Kali ini Hira mo membahas tentang dorama 2012 Jepang yang biasa disingkat RMPW, hoho...bukan berarti Hira mo bikin sinop-ny yak, siapapun yang pengen baca sinop-nya bisa dilihat di Pelangi Drama, disitu dah lengkap bgt review and sinop-nya. Lalu Hira mo bahas Bang Oguri sang tokoh protagonis dalam dorama tersebut? Tanpa Hira bahas pun Bang Oguri sudah keren maksimal (hehe...sandal jepit langsung melayang ke Hira). It’s fact, Bang oguri sudah keren dari sono-nya jadi gak perlu Hira bahas panjang lebar pun semua orang sudah tahu. So, di sini Hira mo bahas tentang apa yang ada dalam cerita drama tersebut.

Yep, Tohru Hyuga (Oguri Shun) adalah anak yang tak pernah kenal orang tuanya, sama ibunya Hyuga ditinggalkan begitu saja di sebuah kuil, hanya sepenggal nama ‘Ichihara Sawaki’ yang diingat Hyuga tentang ibunya. Tapi hidup sebatang kara tak  berarti membuat hidup  Hyuga hancur, kesendiriannya membuat Hyuga jadi pribadi yang kreatif, ulet dan mandiri. Hyuga berinisiatif mendirikan perusahaan Next Innovation dengan sobatnya yang bernama Asahina. Dari perusahaan inilah segala kisah dan intrik dimulai (^^Hira ngomong apaan yak), beruntunglah endingnya membuat penonton tersenyum. Secara garis besar ada tiga hal yang Hira lihat dari kisah dorama ini yaitu memaafkan, kreativitas dan gairah/passion. Bagaimana sang tokoh utama aka Tohru Hyuga begitu pemaaf, dia tidak dendam sama sekali dengan ibunya yang telah menelantarkannya dan begitu juga ketika sobat satu-satunya yang begitu dia percayai ‘Asahina’ mengkhianatinya, Hyuga tetap memaafkan Asahina dan dengan tulus menerimanya kembali. Rupanya kata memaafkan begitu melekat pada pribadi Hyuga, he can manage his company with big heart. Yang kedua, kreativitas menjadi kunci dalam kisah ini, bagaimana sang tokoh utama begitu menekankan kreativitas dalam perusahaannya, inovasi tiada henti sepertinya menjadi nyawa bagi Next innovation, sampai ada beberapa habit unik yang sengaja didukung perusahaan demi memacu kreativitas para karyawannya. Terakhir alias yang ketiga, passion, gairah dalam bekerja. Hyuga adalah contoh terdepan pekerja yang penuh passion, ketiga para koleganya menganjurkan Hyuga agar membuat perusahaan tandingan untuk mengalahkan Asahina dan Next Innovationnya, Hyuga tetap tak bergeming. Hyuga tak ingin membuat perusahaan karena dendam dan ingin mengalahkan orang lain. Hyuga hanya mau membuat perusahaan karena passion-nya.
Ehmm...Hira dah kebanyakan ngomong nih, intinya tiga hal tersebut bisa dijadikan inspirasi bagi penikmat dorama ini. Selebihnya eee Hira gak tahu^^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar