Ruang Baca

Ruang Baca

Jumat, 04 September 2015

Belum terlambatkah untuk Agustusan?



Rasanya memang tak tepat ketika teman-teman blogger yang lain membahas peringatan kemerdekaan/agustusan di bulan agustus tetapi saya malah membahas Laruku di postingan blog saya. Sungguh bukannya saya sudah mementingkan Laruku daripada kemerdekaan negara saya. Atau saya sudah bosan menjadi warga negara Indonesia dan berganti kewarganegaraan Jepang. Atau bahkan mengaku lahir di Jepang sono ^_^. Hanya saja terlalu banyak yang saya rasakan tentang Indonesia sehingga bingung harus menuliskannya dari sudut mana? Mulai dari perayaan-perayaan kemerdekaan/agustusan yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Ekonomi nasional dan internasional yang mulai melambat. Kisruh politik yang tiada ujung pangkal. Gosip artis yang tiada henti. Prestasi olahraga yang entah kenapa belum juga mencapai puncaknya. Kekeringan dan dampak elnino yang mengancam persediaan air bersih dan ancaman kabut asap. Kerusakan lingkungan dan perambahan hutan. Inflasi yang membumbung tinggi. Ketersediaan listrik di perbatasan. Kecelakaan pesawat/ alat transportasi dsb.
Mencintai Indonesia memang tak sesederhana yang tampak. Mungkin mencintai Indonesia terkadang juga harus bisa menerima kekurangan dan kelebihan negara ini. Mungkin mencintai Indonesia juga berarti langkah nyata di lapangan bukan hanya mengumbar kata di media sosial. Mungkin mencintai Iindonesia bukan hanya ikut upacara agustusan tapi juga berbuat nyata untuk negara. Mungkin mencintai Indonesia juga berarti lebih produk lokal daripada produk asing. Mungkin mencintai Iindonesia juga berarti bangga berbahasa Indonesia daripada berbahasa asing. Mungkin mencintai Indonesia juga berarti lebih mementingkan pengabdian untuk Indonesia daripada pengabdian untuk negara lain.
Ehm....lalu apa yang akan saya tulis untuk agustusan kali ini? Apakah saya akan mengumbar kata betapa banyak rasa cinta saya untuk negeri ini? Apakah saya akan memamerkan langkah nyata yang sudah saya lakukan untuk negeri ini? Rasanya saya tak pantas untuk menuliskan itu semua. Karena kadar baik atau tidaknya saya sebagai WNI masih dipertanyakan. Atau saya akan membahas perayaan agustusan yang lumayan ramai di sekitar tempat tinggal saya? Atau menulis tentang banyaknya umbul-umbul yang dipajang di kanan-kiri jalan dan banyaknya pernak-pernik agustusan yang masyarakat siapkan?
Saya hanya akan menulis bahwa bagaimanapun saya lahir di belahan bumi Indonesia. Segala apa yang ada pada saya berasa Indonesia mulai dari ktp, bahasa yang digunakan sampai makanan dan minuman yang saya makan^^. Memang saya termasuk orang yang keracunan budaya Jepang itupun sebenarnya terpaksa karena keadaan.  Pada masa saya kecil yang ada kartun Doraemon. Saya terlambat lahir untuk menikmati komik lokal Indonesia seperti Kho Ping Ho atau Wiro Sableng dkk. Saya pun tumbuh dengan budaya Jepang. Ketika tontonan tv di Indonesia mulai memusingkan kepala saya maka saya pun beralih ke tontonan tv Jepang seperti dorama dan variety show. Bahkan ketika saya keracunan musik Jepang pun saya masih lebih suka lirik musik lokal seperti lirik lagu-lagu Iwan Fals, Ebiet G. Ade, Leo Kristi, Letto, Efek Rumah kaca dkk. Hanya saja intensitas musisi-musisi tersebut tampil di publik yang jarang sekali membuat saya ikut-ikutan malas untuk mengintip acara musik Indonesia.
Maka agustusan kemarin itu membuat saya menyadari bahwa sudah seharusnya saya memperkuat identitas keindonesiaan saya. Perayaan agustusan yang sesungguhnya buat saya pribadi itu ketika saya lebih menyukai asinan buah daripada pineapple pillet^^. Lebih menyukai dawet ental daripada es krim pistachio^^, Lebih menyukai bajigur daripada kopi starbuck^^, lebih menyukai tape uli daripada pizza, lebih menyukai soto lamongan daripada ramen^^, lebih mengenal pahlawan-pahlawan Indonesia daripada selebritis Holywood, asia dan pesohor dunia. Lebih mengenal lagu-lagu nasional daripada lagu-lagu asing :p lebih suka menggunakan bahasa Indonesia daripada bahasa asing (meski ini agak susah karena banyaknya serapan bahasa asing yang menjadi bahasa sehari-hari), lebih suka menggunakan produk lokal daripada produk luar negeri, lebih suka kerja nyata untuk negeri ini daripada hanya mencacinya (meski ini juga butuh kerja keras), dsb.
Semoga belum terlambat agustusan bagi saya. Dirgahayu NKRI yang ke 70.

4 komentar:

  1. Bingung merasakan dari mana ttg Indonesia. Tos.
    Suka Pak Ebiet. Tos.
    Ndak suka ngintip lagu lokal. Tos. (Secara liriknya banyak yg ndak kreatip)
    Lebih suka soto lamongan. Tos.
    Plus...

    Ndak mosting apa2 saat Agustus ttg Agustusan? Tos...
    -____-"

    BalasHapus
  2. Tos...tos..tos..
    haha...banyak jg yak kita tos-nya.
    Hooh tuh, bingung mo mosting apaan pas agustusan.
    Ujung2nya mlh mosting yg g jelas :D
    Happy weekend, sis^^

    BalasHapus
  3. sy naksir fotonya
    keren
    #nggakNyambung

    BalasHapus