Ruang Baca

Ruang Baca

Kamis, 14 Januari 2021

Ruang Hijau : Membuat Kebun di Balkon

 Ruang hijau edisi kali ini merambah balkon :D yup, balkon bukan cuma tempat bersantai tapi juga bisa dimanfaatkan sebagai kebun mini.

Sebagai contoh, balkon ini ukurannya sangat kecil dengan panjang 2 meter dan lebar 1,8 meter. 



Untuk menyiasati agar balkon ini bisa dipakai bersantai juga, maka kebun yang dibuat menggunakan rak-rak besi, agar tidak menyita tempat. Rak-rak besi bisa dibuat dari besi sisa-sisa bangunan dan pagar rumah. Tak perlu pusing jika belum punya pot. Gunakan saja ember-ember bekas adukan semen sebagai pot. Atau bisa juga menggunakan polybag sebagai wadah media tanam. Atau bisa menggunakan kaleng-kaleng bekas cat. Setelah dicuci bersih, kaleng-kaleng tersebut dilubangi sebagai drainase air. Selain murah meriah, pemanfaatan bekas-bekas bahan bangunan ini ramah lingkungan karena mendaur ulang sampah^^


Lalu apa saja yang ditanam di kebun balkon ini, tanaman sayuran bisa, bunga-bunga juga bisa. Bahkan buah-buahan juga bisa. Seperti di foto ini, buah yang ditanam adalah stroberi. Bunga yang ditanam kemuning dan tumbuhan sukulen






Rabu, 13 Januari 2021

Ruang Kisah: Liburan Awal Tahun

Dibilang liburan sebenarnya juga bukan liburan #sigh karena posisi kerabat yang tersebar di berbagai titik mo enggak mau kudu traveling. Bukan suatu hal yang mudah travel di saat pandemi begini, dari jauh-jauh hari udah kudu nimbang plus minusnya. Pilihan transportasi pun kudu dipertimbangkan. Memang, saat ini akses jalan untuk kendaraan pribadi mudah karena adanya jalan tol dimana-mana tapi harga enggak bisa bohong juga. Terkadang lebih murah naik kereta atau bis malam daripada bawa kendaraan sendiri. 

Dengan segala ketidakpastian, akhirnya liburan ini terlaksana juga. Meskipun ujung-ujungnya harus karantina mandiri selama 14 hari. Berkebun dan menikmati pemandangan alami






Selasa, 12 Januari 2021

DIY : Membuat Herbarium dari Rumput Liar

 Untuk membuat herbarium (bunga kering) bahan-bahannya enggak harus berupa bunga yang mahal atau bunga yang indah-indah. Tapi herbarium juga bisa dibuat dari bunga dan tanaman yang ada di sekeliling kita. Bahkan rumput-rumput liar yang tumbuh bebas di pinggir jalan bisa kita jadikan herbarium.


Cara membuatnya mudah. Setelah dipotong, rumput liar dijemur sampai kering dan disemprot dengan hair spray. 


Jika tidak ada hairspray pun tak apa, cukup dijemur saja sampai kering. Jika kalian tidak sempat menjemur karena sibuk atau karena enggak ada panas ( sering mendung dan hujan) maka cukup diangin-anginkan saja rumput liarnya. Taruh di tempat yang banyak angin, misal di dekat jendela atau di teras.




Senin, 11 Januari 2021

DIY : Membuat Hiasan Sampul Buku dari Kertas Bekas Undangan

 


Kadang nyari note yang sesuai dengan yang kita arepin emang gampang-gampang susah. Apalagi klo ada yang sesuai terus harganya kemahalan :D



Well, enggak perlu pusing klo kantong kamu enggak ada anggaran khusus untuk beli note-note unik. Yuk, kita bikin sendiri note unik. Bahan-bahannya pun murah meriah, mudah didapat dan ada yang enggak perlu beli. 

Bahan :

1. Buku tulis. Buku yang harganya Rp.3000. Untuk buku tulis sesuaikan dengan keinginan kalian, mau tebal atau tipis, murah atau mahal



2. Kertas bekas undangan. Gunting-gunting dengan berbagai ukuran.



3. Kertas daur ulang 



Alat-alatnya:
Gunting dan lem 


Cara membuatnya :
- Tempelkan kertas-kertas undangan di sampul buku tulis, gunakan lem yang benar-benar kuat tempelannya. Gunting kertas-kertas sesuai pola yang ingin kalian buat


- untuk sampul belakang, gunakan kertas daur ulang untuk menutup bagian belakang






Minggu, 10 Januari 2021

Ruang Baca : Karya Monumental Ibnu Khaldun

 Judul Buku.    : Muqaddimah Ibnu Khaldun

Penerjemah .   : Ahmadie Thoha

Penerbit            :  Pustaka Firdaus

Tahun Terbit .   : 2000

Jumlah Hlm .   : 852 hlm ; 21 cm


Dalam hakikat sejarah, terkandung pengertian observasi dan usaha mencari kebenaran (tahqiq), keterangan yang mendalam tentang sebab dan asal benda wujudi, serta pengertian dan pengetahuan tentang substansi, essensi dan sebab-sebab terjadinya peristiwa. Dengan demikian, sejarah benar-benar terhujam berakal dalam filsafat, dan patut dianggap sebagai salah satu cabang filsafat.

Dari beberapa sejarahwan yang fenomenal, terdapat satu sejarahwan muslim yang paling fenomenal yaitu Ibnu Khaldun. Karyanya yang monumental " Muqoddimah" sampai saat ini masih relevan untuk dipelajari. Beliau menyajikan sejarah dalam bentuk seutuhnya, dengan materi substansif. Sejarah yang beliau sajikan menyangkut peristiwa-peristiwa yang telah diketahui asal usulnya, menyangkut hal -ihwal yang dapat dipertimbangkan, yang perbedaan-perbedaan khasnya jelas.

Di dalam buku "Muqaddimah", Ibnu Khaldun menguraikan manfaat besar historiografi ( ilmu sejarah), mengemukakan pengertian ( tahqiq) segala bentuk historiografi dan secara sepintas menyebutkan kesalahan para sejarahwan.

Salah satu isi muqaddimah yang relevan sampai saat ini adalah tentang dinasti. Ibnu khaldun menyatakan bahwa dinasti mempunyai umur alami seperti manusia. Umur suatu dinasti sama dengan umur seseorang. Ia tumbuh, melalui suatu masa menetap dan kemudian berlalu

Sabtu, 09 Januari 2021

Ruang Baca : Emak

 Judul Buku : Emak, Penuntunku dari Kampung Darat sampai Sorbonne

Penulis .       : Daoed Joesoef

Penerbit.      : Penerbit Buku Kompas

Tahun Terbit: 2010

Jumlah hlm : X+292 hlm. ; 14 cm

Emak atau ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Dari buku ini kita bisa melihat pentingnya peran ibu dalam proses tumbuh kembang anak. Keteladanan dan pendidikan karakter dari ibu ikut mempengaruhi keberhasilan anak. 

Dikisahkan dalam buku ini, bagaimana peran Emak/ibu sang penulis dalam keberhasilan anak-anaknya. Ibu sang penulis tidak pernah mengenyam pendidikan di sekolah umum, beliau hanya mengenyam bangku pendidikan religius. Meskipun demikian, pemikiran Emak sangat luar biasa. Beliau memotivasi anak-anaknya untuk belajar dan mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Beliau bisa membimbing anaknya sampai sukses mendapat beasiswa kuliah dari universitas yang bergengsi dari luar negeri dan kemudian menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan.

Bimbingan dan gemblengan pendidikan karakter dari Emak begitu membekas di dalam sanubari anaknya. Sang ibu telah membekali anak-anaknya dengan nilai-nilai karakter seperti sikap bertanggungjawab, arif bijaksana, cinta kasih, peduli kepada sesama dan lingkungan.



Jumat, 08 Januari 2021

Ruang Baca : Belajar Ikebana

 Judul Buku.         : Ikebana, Seni Merangkai Bunga Gaya Jepang

Penulis.                 : Djufriah Shindo-Muchsin

Penerbit.                : Penerbit Grasindo

Tahun Terbit.         : 2006

Jumlah Halaman. : 76 hlm

Siapa sih yang tidak mengenal Ikebana, seni merangkai bunga gaya Jepang? Ikebana pertama kali diperkenalkan oleh pendeta kuil Jepang yang bernama Ikenobo Senkei. Beliau merangkai berbagai benda yang berasal dari taman di sekitar kuil seperti batu, bunga, tangkai pohon dsb. Benda--benda tersebut dirangkai dengan sangat indah dan diletakkan di altar kuil. Sampai kemudian seni merangkai bunga tersebut menyebar ke luar kuil.

Pendeta Ikenobo memperkenalkan seni Ikebana kepada masyarakat luas. Beliau ingin agar Ikebana menjadi milik orang Jepang dan kemudian juga dikenal dan dipelajari orang lain di luar  Jepang.

Ada berbagai macam aliran gaya dalam Ikebana. Gaya-gaya tersebut memiliki ciri tersendiri. Gaya-gaya tersebut antara lain gaya Rikka, Shoka, Nagaire dan Moribana. 

Dengan mempelajari Ikebana, bunga dapat dirangkai dengan indah. Selain itu seni ini dapat memberi manfaat positif bagi jiwa seperti menjadi lebih sabar, lebih artistik, lebih kreatif, dan lebih mencintai alam, pepohonan, bunga-bunga dan bebatuan.

Bagi kalian yang tertarik dengan ikebana, dapat membaca buku ini. Sebuah buku yang tidak hanya berisi pengetahuan tentang Ikebana tetapi juga tentang petunjuk atau tutorial merangkai bunga dengan menggunakan berbagai gaya dalam seni Ikebana