Ruang Baca

Ruang Baca
Tampilkan postingan dengan label let's do it. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label let's do it. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Juli 2020

Yuk Menanam Pohon

Jangan pergi meninggalkan bumi ini tanpa menanam pohon atau tumbuhan lainnya? Eits, seberapa pentingkah menanam pohon sampai saya harus menulis pernyataan tersebut. Pelan-pelan mari kita urai apa dan mengapa harus menanam pohon dan tumbuh-tumbuhan. 



Pertama, tanpa kita sadari setiap hari kita berhutang budi pada pohon dan tumbuh-tumbuhan, kok bisa? Ya bisalah, karena setiap kita mengkonsumsi oksigen yang dihasilkan oleh pohon dan tumbuh-tumbuhan (walaupun tidak semua oksigen berasal dari tumbuhan). 


Yang kedua tanpa kita sadari, kita sering memakai produk-produk dari pohon dan tumbuhan, contohnya kita memakai tissu yang bahannya dari pohon, kertas-kertas tulis yang juga berasal dari pohon, furnitur-furnitur yang terbuat dari kayu dll. 


Yang ketiga, kita telah menikmati keindahan dan kenyamanan karena adanya pohon dan tumbuhan. Bayangkan kita hidup di dunia yang makin sempit dan padat bangunan, panas matahari yang biasanya diserap oleh hutan, tanah lapang dan air. Tetapi sekarang sudah langsung diserap bangunan-bangunan buatan manusia. So, di sinilah pentingnya pohon dan tumbuhan yang bisa menghalangi panas matahari sampai di bumi. Selain itu, asap polusi kendaraan yang berjuta-juta kubik dibuang di bumi ini bisa dinetralkan oleh pohon, belum lagi partikel-partikel debu berhamburan di bumi ini, dengan adanya pohon dan tumbuh-tumbuhan, partikel-partikel debu dan asap polusi kendaraan dapat disaring oleh pohon dan tumbuh-tumbuhan.



Maka, tak perlu berpanjang-panjang kata lagi, sudahkah kita menanam pohon dan tumbuhan? Berapa banyak pohon dan tumbuhan yang telah kita tanam? Sebagai langkah awal, mari kita hijaukan bumi ini! Langkah ini bukan untuk siapa-siapa tapi diri kita sendiri dan anak cucu kita.


Berbagi

Kawan, sudahkah hari ini berbagi dengan orang lain? Percayalah, kita tidak harus jadi orang kaya untuk berbagi karena kekayaan harta benda bukan satu-satunya jenis kekayaan di muka bumi ini. So, proses berbagi pun tak harus berupa benda atau uang tapi bisa berupa kekayaan lainnya, seperti berbagi motivasi, berbagi visi, berbagi ilmu, kreativitas dan lain sebagainya. Bahkan, kita bisa berbagi untuk hal-hal kecil yang acapkali terlihat remeh bagi kita seperti berbagi senyuman, berbagi salam, berbagi tanaman, berbagi kebaikan, berbagi nasihat dll. Jadi jangan ragu untuk berbagi, mulai detik ini mari kita berbagi dengan orang lain. Ingat, harta bukan segala-galanya, kalau pun kita banyak harta, kekayaan harta tersebut bukan mutlak milik kita tapi ada hak orang lain dalam harta tersebut.

 

Jadi konsep berbagi itu bukan untuk membuat kita miskin, membuang-buang harta dsb. Tetapi berbagi akan makin memperkaya kita secara batin.

 


Pendek kata, selagi kita masih hidup, mari kita berbagi kebaikan kepada orang lain.


Senin, 27 Mei 2019

Challenge Blog Ramadhan 2019 : Amalan Baik di Bulan Baik

Di bulan yang super baik ini, sayang banget jika kita tidak melakukan amal-amal baik di bawah ini, checkidot 😂😌😊

1. Baca Al-Qur'an
Di sela-sela waktu kalian yang super sibuk, sempetin waktu untuk baca qur' an. Jika malas, paksa baca meskipun hanya beberapa ayat . Lakukan hal tersebut berulang-ulang agar kita semakin terbiasa.



2. Berbagi
Jangan lupa untuk berbagi apalagi di bulan baik ini. Pahala berbagi dilipat-gandakan. Sayang disayang klo kita melewatkannya.





Selasa, 21 Mei 2019

Challenge Blog Ramadhan 2019 : Indahnya Berbagi

Kawan, sudahkah berbagi? Di bulan yang baik ini mari kita sering-sering berbagi. Tak perlu banyak yang penting sering. Nah lo? ^^ maksudnya, berbagi tak perlu dalam jumlah yang banyak dan besar-besaran. Mari kita berbagi sedikit demi sedikit tapi rutin. Misalnya kita berbagi takjil ke tetangga kita, membelikan baju koko buat anak yatim, mengisi kotak amal di masjid dsb. Yang penting niat dulu, klo enggak ada uang lebih yang banyak. Kita sisihkan saja uang untuk berbagi sedikit demi sedikit. Atau kita gunakan uang tersier kita untuk berbagi misalnya jatah uang kita untuk nonton film bioskop kita alihkan untuk berbagi. Jika kita biasanya nonton film bioskop 3-4 kali sebulan kita kurangin nontonnya cuma sekali sebulan dan jatah yang lainnya untuk kita bagikan untuk yang membutuhkan.



Rabu, 02 Januari 2019

Produktif

Klo dipikir-pikir, ngomong itu lebih mudah daripada ngelakuin dan ngehasilin sesuatu. Apalagi klo  disuruh ngomong untuk ngomenin hasil karya orang lain, kayaknya pada jago. 

Beda lagi klo kita disuruh ngomong untuk nunjukin apa aja hasil kerja kita? sepertinya kita akan banyak mikirnya daripada ngomongnya. Dan kita akan mikir lebih keras lagi plus akan lebih ngirit ngomong lagi klo disuruh nunjukin  "apa nih kontribusi kalian buat sesama? .

Ternyata, memang jadi orang produktif enggak segampang kita ngebalik tangan. Lebih mudah ngomongnya daripada ngelakuinnya. Produktif butuh niat yang kuat dan kekonsistenan. Kayaknya, kita lebih sering dicekoki untuk konsumtif daripada produktif. Apa-apa pengennya langsung jadi, tanpa ribet



Selasa, 01 Januari 2019

Bersedekah Tidak Harus Mahal


Bersedekah emang enggak harus nunggu kita kaya dulu, enggak punya uang pun kita bisa bersedekah. Kira-kira apa ya yang akan kita sedekahkan klo kita enggak punya uang. Berikut ni list sedekah tanpa biaya (versi saya lo ya😂) 
  •  Sedekah air bekas wudhu. Terkadang kita enggak nyadar klo air yang kita gunakan untuk wudhu itu bisa kita manfaatin. Cobalah sekali-kali, air yang kita gunakan untuk wudhu kita tampung dalam ember air.  Teruss kita sedekahin kemana air wudhu tersebut? Tentunya enggak mungkin kan klo air wudhu tersebut kita konsumsi 😎 Kita bisa menyedekahkan air bekas wudhu kita ke tanaman. Siramkanlah air bekas wudhu tersebut ke tanaman-tanaman yang membutuhkan air. 
  • Sedekah tulang ikan. Seringkali klo kita makan ikan gurame, ikan lele dan ikan lainnya itu banyak banget tulang ikannya. Sekali-kali, kumpulkanlah tulang-tulang ikan tersebut dalam satu wadah. Lalu sedekahkan tulang-tulang tersebut ke kucing atau hewan-hewan lainnya yang memakan tulang. Kita enggak perlu punya kucing dulu untuk bersedekah, kita bisa sedekahkan tulang ikan tersebut ke kucing-kucing liar tau kucing orang lain.
  • Sedekah buah tanaman. Tanamlah sebuah pohon buah, klo kita tak punya lahan uituk menanam pohon tersebut, kita bisa menggunakan teknik tambulampot. bibit tanaman buah tersebut kita tanam di pot dengan tanah yang diberi pupuk. Setelah tanaman tersebut berbuah, sedekahkan.


Minggu, 15 Juli 2018

Berbagi

Kawan, sudahkah berbagi hari ini?...
Berbagi tidak hanya dimulai ketika harta yang dimiliki melimpah, tetapi berbagi juga bisa dimulai ketika harta yang dimiliki tidak melimpah, misalnya berbagi dengan hal-hal dan barang yang sederhana. Contoh berbagi seperti itu dalam kehidupan sehari-hari adalah berbagi rumput bagi orang yang membutuhkan rumput, berbagi tanaman bagi orang yang membutuhkan tanaman, berbagi nasihat bagi orang yang membutuhkan nasihat, berbagi air bagi orang yang membutuhkan air, berbagi tumpangan bagi orang yang membutuhkan tumpangan (sekali2lah ngojek gratis^^).
Pendek kata, berbagi bisa kita lakuin kapan saja, di mana saja dan dengan apa saja, asal hati kita ikhlas, pasti niat baik kita akan sampai pada yang lain.




Selamat berbagi  

Rabu, 27 Juni 2018

Talk Less Do More

Ngomongin motto yang satu ini emang enggak ada habisnya, dan sepertinya cocok untuk dijadiin pengingat bagi kita bahwa sudahkah kita ngelakuinnya? karena sepertinya kita banyakan ngelakuin yang kebalikannya talk more do less  daripada motto yang di atas.
Emang, klo dipikir-pikir. Ngomong doang itu keliatannya lebih mudah daripada bekerja keras. Kayaknya enak banget ngritik kekurangan hasil kerja orang tanpa pernah ngelakuin pekerjaan itu sendiri. Nggak pake ribet klo istilah sederhananya ^^ Kita tinggal ngomong dan terus ngomong tanpa perlu repot-repot bersimbah peluh, bersantai-santai dan tahu-tahu para pekerja keras sudah ngehasilin karya yang banyak.
Pada akhirnya--Suka enggak suka--kita meski mengakui klo hasilnya lebih bagusan yang ngelakuin motto yang di atas daripada yang ngelakuin motto yang bawah.



Minggu, 31 Desember 2017

Nanem Sayur dan Empon-Empon, Kenapa Tidak?

Tulisan ini terinspirasi oleh salah satu pojok sebuah kampung di Surabaya. Ketika orang-orang bingung dengan melangitnya harga cabe, warga pojok kampung ini tak terpengaruh. Selidik punya selidik ternyata warga kampung ini terbiasa menanam sayur dan empon-emponan di sekitar rumah mereka. Padahal sama seperti di kota lain, di Surabaya lahan kosong mereka tak ada karena padatnya rumah-rumah yang ada di kawasan tersebut tapi mereka tetap bisa memaksimalkan kegiatan nanem mereka. Mereka memanfaatkan apa saja yang bisa dijadikan pot untuk wadah media tanam mereka. Kalau dipikir-pikir ini adalah kegiatan positif yang layak ditiru bagi yang lain. Kegiatan ini tak makan banyak biaya dan mudah dilakukan oleh semua kalangan.
Kalaupun tidak sempat membeli bibit, sisishkan aja dari sayuran yang kita beli untuk jadi bibit. Misalnya kalau kita beli cabe, sisakan biji yang ada di bagian tengah cabe tersebut, biarkan beberapa saat agar mengering lalu sebar ke media tanam yang telah kita buat. Mudah kan? Met mencoba.....

Jumat, 29 Desember 2017

Nanem Pohon, Kenapa Tidak?

Awalnya saya mau ngasih tulisan ini dengan judul suka duka nanem pohon. "Lol" Benar-benar judul yang enggak banget sampai akhirnya saya nemu judul yang satu ini. Nanem pohon, kenapa tidak?
Seringkali kita dengar gerakan nanem pohon, biasanya kegiatan nanem tersebut rame-rame dan diorganisir. Well, kenapa tidak kita juga nanem sendiri mulai dari lingkungan terdekat kita. Misalnya dari halaman rumah kita atau lahan-lahan kosong yang kita miliki. Lalu bagaimana caranya kalau kita tidak memiliki lahan kosong? Gampang....sekarang sudah banyak sekali cara nanem untuk yang tak punya lahan, dan cara nanem di lahan yang terbatas. Kita bisa pake teknik tambulampot (nanem pohon buah dalam pot), teknik vertical garden dan sebagainya.
Banyak manfaat yang bisa kita dapat dari nanem pohon selain dapat oksigen gratis dari pohon tersebut, kita juga dapat memetik buahnya kalau pohon tersebut berbuah (asal yang ditanam pohon buah yak bukan palem atau pohon bambu). Memetik buah dari hasil nanem sendiri itu benar-benar tak bisa diungkapin dengan kata-kata (mulai lebay deh), pokoknya jauh lebih berkesan daripada beli di pasar buah. Selain itu dengan nanem pohon atau tanaman kita telah menanam satu buah kebaikan di bumi ini (ceileh....ini bonus plusnya).
Suka dukanya apa klo nanem pohon?, banyak juga apalagi kalau kita pulang ke rumah, capek-capek dan ngeliat halaman rumah kita sudah penuh dengan guguran daun dari pohon tersebut. Itu benar-benar momen yang emosional banget, antara pengen jerit, kesel dan senyum gigit-gigit bibir :D yep diasyikin aja kondisi tersebut.

Senin, 25 Desember 2017

Berbagi

Kawan, sudahkah kita berbagi hari ini?. Berbagi kepada orang lain tak hanya berupa harta tapi berbagi juga bisa dalam bentuk lain, misalnya berbagi perhatian kepada orang yang membutuhkan, berbagi senyuman, atau berbagi dengan tulisan. Sepertinya berbagi yang seperti itu tidak terlalu sulit bagi kita, berbagi dengan hal-hal yang kita bisa. Kenapa harus berbagi? karena dengan berbagi itu sama aja dengan ungkapan syukur kita kepada yang maha segalanya.

Jumat, 17 Januari 2014

Let's Do It




Sobat, sudahkah hari ini berbagi dengan orang lain? Percayalah, kita tak perlu menjadi orang kaya harta untuk berbagi. Harta bukan  satu-satunya jenis kekayaan di muka bumi ini. Ada berjenis-jenis kekayaan lainnya seperti kaya ilmu, kaya hati, kaya motivasi, kaya kreativitas dll. So, proses berbagi pun tak harus berupa harta benda tetapi bisa berupa kekayaan yang lain tersebut. Bahkan, kita bisa berbagi untuk hal-hal yang biasa kita lakukan sehari-hari misalnya senyum kepada orang lain, membantu teman yang kesusahan, memotivasi teman, berbagi salam dsb. Pendek kata, selagi kita masih hidup banyak-banyaklah berbagi dengan orang lain. Kita tak akan pernah merugi bila berbagi, tapi.........akan sia-sia bila kita berbagi dengan diiringi umpatan, cacian, makian dan kata-kata kotor lainnya. Kita berbagi juga bukan untuk memamerkan kelebihan kita kepada orang lain tetapi kita menunaikan hak orang lain yang ada pada diri kita. HAK ORANG LAIN tersebut harus disampaikan kepada yang berhak menerimanya.