Namanya lomba pasti ada yang menang dan ada yang kalah, tapi ada juga orang yang tidak bisa menerima kekalahan. Selalu mencari alibi penyebab dari kekalahannya. Atau ada juga yang memprotes kebijakan panitia lomba. Pendek kata selalu dicari celah kekurangan dari orang lain yang menang. Pendek kata dalam pikirannya, dia harus jadi pemenang.
Di satu sisi, ambisi ini bagus tapi di sisi lain itu juga problematik dari psikologi seseorang. Harus diajari kenyataan bahwa adakalanya kekalahan juga sebuah kemenangan dari suatu proses. Bukan hanya hasil yang dikejar. Belajar lebih menerima kenyataan bahwa tak selamanya pemenang akan menang terus dan tidak selamanya orang kalah akan kalah terus. Itulah namanya proses, tidak selalu sesuai dengan yang diinginkan.

