Ruang Baca

Ruang Baca
Tampilkan postingan dengan label Review Buku Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku Anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juni 2020

Ruang Baca 28 : Orang-Orang Tercinta, ( Kumpulan Cerpen Anak )

Pada edisi bulan Juni ini, Hira menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah Hira baca. Hira menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah Hira baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan.
So, Check this one !



Judul Buku                  : Orang-Orang Tercinta
Penulis                         : Soekanto SA
Penerbit                       : Penerbit Buku Kompas
Tahun Terbit                : Februari 2006
Jumlah Halaman          : xii + 160 hlm

Mengapa harus mereview buku anak? Karena saya pikir penting sekali untuk merekomendasikan buku anak. Di tengah serbuan gadget dan game yang banyak membuat anak kecanduan. Buku ini adalah alternatif yang tepat untuk mengisi masa tumbuh kembang anak. Sebuah buku yang ditulis dengan sederhana tapi penuh makna, tanpa menggurui atau mendikte anak. Di sinilah kualitas buku ini berbicara. Sang penulis buku ini bisa dibilang adalah pakar dalam penulisan cerita anak. Beliau sudah malang melintang dalam dunia kepenulisan cerita anak-anak. Kisah biasa sehari-hari dapat beliau ramu menjadi cerita yang menarik. Beliau mengisahkan kisah biasa tersebut dengan bahasa yang sangat membumi, begitu khas dengan dunia anak.

Sebenarnya, buku-buku seperti inilah yang perlu diperbanyak sebagai bekal bacaan yang bermutu bagi masa depan anak. Ibarat makanan bergizi, buku ini adalah asupan yang tepat bagi pendidikan anak. Buku ini memberi kebebasan untuk berimajinasi, tidak bersifat mendikte seperti game atau televisi. Anak tidak dipaksa harus begini atau begitu, tapi dengan kisah keteladanan yang sederhana, anak bisa mulai memikirkan mana yang buruk dan baik.

Pendek kata, buku ini adalah buku yang tepat untuk mengisi koleksi bacaan anak, sangat tepat juga untuk bahan literasi di sekolah-sekolah dasar dan menengah. 

Sabtu, 27 Juni 2020

Ruang Baca 27 : Kisah Pelayaran Doktor Dolittle


Pada edisi bulan Juni ini, Hira menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah Hira baca. Hira menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah Hira baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan.
So, Check this one !



Judul Buku                  : Kisah Pelayaran Doktor Dolittle
Penulis                         : Hugh Lofting
Penerbit                       : BPK Gunung Mulia
Tahun Terbit                : 1980
Jumlah Halaman          : 335 hlm

Buku ini mengisahkan kisah pelayaran Doktor Dolittle dengan Tommy Stubbins, anak tukang sepatu. Selain mengajak Tommy berlayar, Doktor Dolittle juga mengajari Tommy segala hal tentang binatang dan bahasa mereka. Sebuah cerita yang seru dan imajinatif, di dalam buku ini diceritakan bagaimana Doktor Dolittle bisa memahami bahasa binatang dengan sangat fasih. Setiap Doktor Dolittle pulang dari pelayaran, para binatang pun berbondong-bondong menemui beliau untuk meminta nasihat. Enggak kebayang kan serunya? Belum lagi kisah-kisah pelayaran Doktor Dolittle yang mendebarkan : kapal yang dinaiki hancur dihantam badai, pengalaman hidup di pulau terapung sampai kisah Doktor dinobatkan menjadi raja oleh penduduk asli suatu pulau.

Sebuah cerita anak-anak legendaris yang diterjemahkan dengan baik ke dalam bahasa. Kualitas terjemahan yang mudah dipahami oleh anak-anak menjadikan buku jadul yang satu ini layak dikoleksi.

Jumat, 26 Juni 2020

Ruang Baca 26 : Melawan Hantu


Pada edisi bulan Juni ini, Hira menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah Hira baca. Hira menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah Hira baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan.
So, Check this one !



Judul Buku                  : Melawan Hantu
Penulis                         : Suwarna Pragolapati
Penerbit                       : Pustaka Jaya
Tahun Terbit                : 1976
Jumlah Halaman          : 72 hlm


Lagi-lagi buku jadul. Yep, buku terbitan tahun 70-an ini kembali menjadi rekomendasi saya untuk bacaan anak. Jangan dilihat tahun terbitnya tapi lihat kisah yang ditulis di dalamnya. Sebuah kisah keteladanan seorang anak yang membantu lingkungan tempat tinggalnya dalam mengungkap teror hantu yang suka mencuri. Seru?, pastinya. Buku ini mampu mengisahkan kisah petualangan dengan rasa kearifan lokal. Tidak kalah dengan cerita petualangan lima sekawan yang melegenda itu. Cerita petualangan yang sangat kental dengan latar belakang daerah pantura. Penulis mampu menggambarkan latar daerah pantura dengan gamblang dan alur yang mengalir lancar.

Lalu di mana tempat untuk membeli buku ini dan membacanya? Mungkin, buku ini bisa dibeli di pasar loak buku atau bisa saja baca di perpustakaan. Tidak mudah memang dalam mendapatkannya. Karena terkadang nemu satu judul buku di pasar loak buku itu bukan perkara mudah. Terkadang kita harus milah satu persatu tumpukan buku. Tapi saya rasa sangat sepadan dengan kualitas buku bagus yang kita temukan.

Kamis, 25 Juni 2020

Ruang Baca 25 : Penyamun Dalam Rimba

Pada edisi bulan Juni ini, Hira menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah Hira baca. Hira menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah Hira baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan.
So, Check this one !



Judul Buku                  : Penyamun Dalam Rimba
Penulis                         : Mochtar Lubis
Penerbit                       : BP Pustaka Jaya
Tahun Terbit                : 1972
Jumlah Halaman          : 124 hlm


Kenapa harus review buku anak? Karena saya ingin membahas buku-buku untuk anak yang bagus untuk perkembangan anak dan tentunya dengan membahasnya saya ingin merekomendasikan buku tersebut. Yep, sejujurnya jika ditanya buku anak yang bagus maka saya akan merekomendasikan buku ini. Buku-buku hasil terbitan Balai Pustaka memang tidak ada gantinya, kualitas cerita dan teknik penulisan bukunya bagus. Mungkin buku-buku seperti ini sudah susah dicari, bisa jadi hanya ada di perpustakaan, di pasar loak atau koleksi pribadi.

Buku anak yang satu ini termasuk kategori buku jadul, karena terbit hampir 50 tahun yang lalu. Kenapa tetap saya rekomendasikan untuk buku bacaan anak. Yep, karena isinya yang bermutu. Seharusnya memang seperti inilah buku cerita anak itu. Kisah petualangan ketiga anak remaja yang berpetualang dengan pamannya dalam menjelajahi Hutan Sumatera. Sebuah buku yang langka, karena jarang sekali keindahan hutan kita yang dikisahkan dengan detil dalam buku. Mungkin bagi kita luasnya hutan tersebut tinggal menjadi kenangan karena beberapa puluh terakhir pembukaan hutan untuk pemukiman dan keperluan lainnya tak terelakkan. Hutan masih ada, tapi tentunya tidak seluas tahun 70-an.


Kisah petualangan di buku ini begitu mengasyikkan, kita bisa membaca bagaimana serunya petualangan di alam bebas, mandi di sungai, berburu ikan, mendirikan tenda dari kayu dan atap dari daun-daun hutan. Melihat secara langsung hewan-hewan liar yang hidup di hutan, melihat secara langsung bunga-bunga hutan dan tanaman yang hanya ada di hutan. Saya rasa, buku seperti inilah yang perlu diperbanyak agar anak-anak dan remaja mulai mencintai hutan dan membantu menjaganya. Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari buku ini, meskipun kisah pemaparannya sederhana tapi isinya sangat bermakna. Tidak perlu diragukan lagi kualitas penulisan buku ini, karena buku ini karya dari maestro penulis tanah air, Bung Mochtar Lubis.

Selasa, 23 Juni 2020

Ruang Baca 23 : Bunga-Bunga Hari Esok


Pada edisi bulan Juni ini, Hira menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah Hira baca. Hira menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah Hira baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan.
So, Check this one !



Judul Buku                  : Bunga-Bunga Hari Esok
Penulis                         : Sasmito
Penerbit                       : Balai Pustaka
Tahun Terbit                : 1984
Jumlah Halaman          :

Kenapa harus review buku anak? Karena saya ingin membahas buku-buku untuk anak yang bagus untuk perkembangan anak dan tentunya dengan membahasnya saya ingin merekomendasikan buku tersebut. Yep, sejujurnya jika ditanya buku anak yang bagus maka saya akan merekomendasikan buku ini. Buku-buku hasil terbitan Balai Pustaka memang tidak ada gantinya, kualitas cerita dan teknik penulisan bukunya bagus. Mungkin buku-buku seperti ini sudah susah dicari, bisa jadi hanya ada di perpustakaan, di pasar loak atau koleksi pribadi.


Lalu, apa yang bikin buku ini menarik? Kesederhanaan cerita menjadi kekuatan buku ini. Kesederhanaan cerita yang mengisahkan kehidupan sehari-hari remaja yatim piatu untuk menghidupi dirinya dan adiknya. Semuanya ditulis oleh penulis dengan gaya bahasa ringan, dan bahkan dibumbui dengan humor. Sebenarnya tema buku ini lumayan berat tetapi karena kepiawaian penulisnya tema yang berat tersebut menjadi ringan dan mudah dicerna oleh anak-anak dan remaja. Tema perjuangan seorang remaja yatim piatu memang bukan perkara ringan, tapi di tangan penulis buku ini tema tersebut bisa menjadi kisah yang menarik , dan dapat dijadikan motivasi oleh anak-anak dan remaja untuk tumbuh kembang dengan sebaik mungkin.

Selasa, 02 Juni 2020

Ruang Baca 2 : Oliver Twist

Pada edisi bulan Juni ini, saya menulis tentang ruang baca. Sebuah edisi khusus yang membahas tentang buku-buku yang ‘dulu’ pernah saya baca. saya menuliskan kembali catatan-catatan tentang buku yang pernah saya baca tersebut di edisi ruang baca. Meskipun dengan segala keterbatasan tulisan dan bahan (karena saya tidak bisa menyertakan foto dari buku-buku tersebut karena kebetulan buku yang saya baca tersebut buku pinjaman di perpustakaan atau di rumah baca) maka dengan sangat terpaksa tidak ada dokumentasinya.

So, Check this one !





Judul Buku                  : Oliver Twist
Penulis                         : Charles Dickhens
Penerbit                       : Narasi (Edisi Indonesia)
Tahun Terbit               : Mei 2003 (Edisi Indonesia)
Jumlah Halaman        : 200 hlm

Kisah petualangan selalu mengingatkan kita pada kisah legendaris Tom Sawyer dan Huckblerry Finn-nya Mark Twain. Petualangan kedua bocah banyak akal tersebut akan selalu dikenang oleh pembaca-pembaca kecilnya. Lalu kisah petualangan apalagi yang legendaris? Jawabannya ada di buku ini, kisah petualangan Oliver Twist adalah kisah petualangan yang telah melegenda dan diterjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Berbeda dengan petualangan Tom Sawyer dan Huckblerry Finn yang banyak terjadi di alam terbuka. Maka petualangan Oliver Twist banyak terjadi di rumah penampungan anak-anak terlantar. Dari rumah penampungan tersebutlah petualangan Oliver berlanjut di kehidupan jalanan, di tengah-tengah sindikat para pencopet. Mau tak mau, Oliver pun terseret  ke ritme kehdupan para pencopet yang mengincar uang para pengguna jalanan. Sampai pada akhirnya nasib memutar balikkan lagi arah hidup Oliver. Lalu bagaimana akhir dari petualangan Oliver? Apa yang dia dapat dari petualangannya? Ikuti kisah petualangannya di buku ini.


Buku ini ditulis dengan bahasa yang sederhana dan apa adanya, sesuai dengan bahasa yang sehari-hari dipakai anak-anak. Begitu membumi dan dekat dengan keseharian anak-anak. Inilah kelebihan buku ini dibanding dengan buku lainnya. Para pembaca diajak oleh penulisnya untuk menyelami kehidupan sehari-hari Oliver, tanpa maksud menggurui maupun menghakimi. Alur cerita yang sederhana dan mengalir bebas membuat para pembaca tidak ingin berhenti membaca sebelum paragraf terakhir.


Dengan gaya penceritaan yang sederhana dan apa adanya inilah, buku ini mengena di pasaran tidak hanya terkenal di kalangan para pembaca di kalangan anak-anak tetapi juga para pembaca kalangan dewasa. Padahal buku ini sudah ditulis oleh penulisnya tiga abad yang lalu (tahun 1837), waktu yang sangat lama dan buku ini masih dicetak ulang berkali-kali dan diterjemahkan ke berbagai bahasa. Sehingga tokoh utama buku ini sangat terkenal di kalangan pembaca dan buku ini menjadi salah satu karya abadi penulis legendaris Charles Dickens.