Niat hati sih cuma pengen baca buku " Dwipantara" tetapi malah keterusan baca tiga buku sebelumnya. Dari keempat buku tersebut, memiliki kesan tersendiri. Misalnya, jika di buku pertama " Rakata dan Rinjani" para pembaca terkesan dengan Dusun Gerpasang dan teh melati. Maka di buku terbaru ini " Dwipantara" para pembaca akan terkesan dengan desa Oi Bura dan kopi Tambora. Latar belakang yang indah tersebut dengan mudahnya terpatri di benak para pembaca.
Ruang Baca
Senin, 11 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Bandung dan Akhir Pekan
Mencoba untuk menikmati Bandung dari sisi lain, yaitu dari sisi kekinian, menikmati hal-hal yang lagi happening saat ini :D
Biasanya saya dan teman-teman kalau ke Bandung tinggal duduk manis dengan nyaman dan langsung sampai di tempat wisata yang dituju di Bandung, maka pada kesempatan kali ini, kami mencoba ke Bandung ala backpackeran, dengan ongkos perjalanan yang minimal dan ngecer^^
So, seperti inilah kisah ala-ala kami :D
Kisah perjalanan dimulai dengan perburuan tiket kereta api. Meskipun pada kenyataannya, niat awal ini sudah mental karena kami kehabisan tiket kereta api yang murah (KA Serayu) yang biaya tiketnya Rp 65.000,- Akhirnya rencana harus dikonsep ulang, sambil mencari alternatif angkutan selain kereta api. Sampai akhirnya pilihan balik lagi ke konsep awal dengan memburu tiket kereta api, meskipun kali ini tujuannya bukan stasiun Bandung tapi stasiun Padalarang. Rencananya dari stasiun Padalarang kami akan naik commuter Line yang menuju stasiun Bandung.
Akhirnya kami mendapat tiket kereta api Papandayan Garut yang melewati stasiun Padalarang. Dengan membayar Rp 145.000, tiket sudah di tangan. Kereta ini berangkat dari stasiun Gambir Jakarta, dengan jam keberangkatan 06.30 Wib.
Pagi buta kami sudah berangkat ke Gambir, setelah bersih-bersih dan ishoma, kami naik kereta Papandayan. Ada 2 kelas dari kereta ini yaitu kelas premium dan kelas eksekutif. Perjalanan dari Jakarta ke Padalarang kurang-lebih 2 jam.
Naik kereta ini pemandangannya indah, di kanan-kiri banyak sawah dan hutan terbentang. Belum lagi sungai-sungai dan pemandangan bukit-bukitnya. Dan satu lagi, jalur kereta ini juga melewati terowongan karena rel membelah bukit, sensasinya mirip saat naik kereta dari jalur rel Surabaya ke Banyuwangi yang ada juga jalur terowongan yang membelah gunung.
Sesampainya di Stasiun Padalarang, kami berganti transportasi, kami menggunakan commuter Line. Sempat kaget juga, karena biasanya kalau di Jabodetabek kami tinggal ngetap kartu saat naik commuter maka disini kami harus pesan online. Cukup terjangkau harga tiketnya Rp 5000, dengan fasilitas kereta seperti kereta ekonomi zaman dulu. Kursi tegak dengan duduk berhadap-hadapan.
Sesampainya di Stasiun Bandung kami naik angkot ke alun-alun. Jaraknya tidak terlalu jauh, masalahnya cuma macet^^ apalagi di akhir pekan, banyak sekali wisatawan lokal yang ke Bandung.
Di Alun-alun tujuan kami adalah naik Bandros (bis wisata) keliling kota Bandung. Karena ramainya wisatawan lokal maka kami harus nunggu 20 menitan baru bisa naik Bandros. Tarif naik Bandros adalah Rp 20.000 per penumpang.
Kapasitas bis wisata ini kurang lebih 20 wisatawan, dengan jalur yang dilalui adalah jalan-jalan utama yang bersejarah di Bandung, seperti jalan Asia Afrika, jalan Palestina, jalan Dago, jalan AH Nasution, jalan Braga dsb.
Puas naik Bandros, tujuan kami selanjutnya adalah Braga. Bisa dibilang Braga itu Malioboro -nya Bandung. Banyak sekali wisatawan lokal yang lalu-lalang di Jalan ini. Selain foto-foto, tentunya sambil wisata kuliner dan menikmati vibe jalan Braga.
Puas foto-foto, kami berencana untuk hunting makanan kekinian ^^ yang lagi viral di Bandung yaitu rumah makan Abah Harja yang ada di jalan Malabar.
Memang benar-benar viral, karena saat kami datang, kendaraan sampai parkir di kanan-kiri jalan. Dan ketika kami memesan makanan menu ayam, antrian sudah mengular, ada 60an antrian. Akhirnya kami menyerah untuk antri karena mengejar target balik ke Jakarta biar tidak terlalu malam. Kami memutuskan makan siang di rumah makan sebelahnya yaitu rumah makan Pak Ndhut.
Setelah kenyang makan siang, kami balik lagi ke jalan Braga untuk hunting makanan yang viral di jalan Braga yaitu tiramisusu. Sesampainya di Braga, antrian sudah mengular.
Setelah puas uas menikmati Braga kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta, waktu sudah menunjukkan pukul 16.30, saatnya kami pulang.
Rabu, 22 April 2026
Lebaran Liburan
Lebaran waktunya kumpul-kumpul dengan keluarga dan sanak saudara. Yang biasanya susah banget berkumpul dengan keluarga besar, karena ada momen lebaran jadi bisa bertemu. Sepupu-sepupu yang biasanya cuma kita temui setahun sekali ya momen bertemunya saat lebaran^^ sambil berusaha mengingat-ingat nama saudara jauh :D yang terkadang terlupa karena saking lamanya tidak bertemu.
Lebaran juga waktunya santai sejenak dari segala rutinitas, mumpung libur jadi ada waktu luang untuk refreshing. Sehingga banyak orang yang memanfaatkan waktu lebaran untuk berlibur. Setelah kegiatan silaturahmi dan maaf-maafan selesai, banyak orang yang mendatangi tempat wisata dan tempat makan untuk refreshing, menikmati waktu liburan.
Minggu, 05 April 2026
Jumbrek, makanan tradisional
Jumbrek adalah makanan tradisional dari Paciran, kabupaten Lamongan Jawa Timur. Makanan ini dibuat dari campuran tepung beras santan dan sirup gula Siwalan (lontar).
Makanan ini rasanya manis dan gurih. Apalagi kalau yang dipakai sirup gula Siwalan yang asli, rasa manisnya khas dan tidak bikin eneg.
Keunikan yang lain dari makanan ini adalah cara membungkusnya yang menggunakan daun Siwalan/lontar yang dibentuk menyerupai terompet. Jadi membuat tampilan makanan tradisional ini beda dengan yang lainnya.
Kamis, 26 Maret 2026
Kupatan
Sebuah tradisi perayaan ketika lebaran sudah memasuki hari ketujuh, dimana ketupat dimasak dan setelah itu dibawa ke masjid atau musholla untuk dimakan bareng-bareng.
Ketupat-ketupat tersebut dimakan dengan sayur opor, sayur kacang, terkadang juga dengan sambel cos
Minggu, 22 Maret 2026
Enjoy Your Eid Fest
Lebaran waktunya makan-makan^^dan silaturahmi ke para tetangga dan saudara.
Seperti di beberapa daerah, masyarakat masih memegang tradisi untuk berkunjung ke rumah-rumah tetangga dan kerabat, maaf-maafan dan reuni teman serta keluarga.
Oleh karena itu banyak orang yang mengusahakan setiap lebaran untuk mudik ke kampung halaman. Rasanya hambar kalau lebaran di perantauan tanpa ada momen silaturahmi dan kumpul-kumpul dengan para tetangga dan kerabat.
Jumat, 20 Maret 2026
Eid Mubarak
Begitu cepat waktu berlalu, tau-tau udah lebaran. Padahal rasanya baru kemarin nulis tentang awal Ramadhan dan sekarang nulis tentang Hari Raya Idul Fitri.
Sedih rasanya ditinggal Ramadhan, berharap bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan dengan iman dan takwa yang lebih baik lagi.
Sekarang fokus membenahi diri di bulan Syawal, berharap jiwa kembali fitri, seperti bayi yang baru dilahirkan.
Lebaran/Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang baju baru, makan ketupat dan opor ayam tetapi juga tentang pencapaian kita selama bulan Ramadhan. Sudahkan kita memaksimalkan ibadah kita di bulan yang penuh ampunan tersebut.
Selasa, 17 Februari 2026
Ramadhan is coming
Alhamdulillah, dalam hitungan jam Ramadhan datang. Meskipun persiapannya buru-buru dan terasa bag big bug, akhirnya bisa mempersiapkan diri. Walaupun sebagai perempuan terkadang merasa kurang sempurna Ramadhannya karena ada libur puasanya tapi it's okay, kegembiraan menyambut Ramadhan harus tetap jadi prioritas. Sama seperti ibadah yang setiap hari dilakukan harus jadi prioritas.
Jumat, 23 Januari 2026
Bagaimana Menghadapi Kritik
Jumat, 16 Januari 2026
Seri Pilar Bumi yang ditunggu-tunggu
Tadaa, akhirnya buku ke 4 dari seri Pilar Bumi datang juga.
Setelah menunggu kurang lebih dari dua bulan, akhirnya buku ini terbit. Tak cuma buku yang dijual tapi juga pernak-perniknya yang khas.
Ada beberapa paket yang ditawarkan, kebetulan milih paket 1 jadinya dapat pernak-pernik yang lengkap.
Ada tas kanvas dengan line "Pandu Mahanagari"
Ada sampul tambahan untuk buku.
Ada pembatas buku
Ada pin, yang bisa ditempelkan di ransel
Ada slayer, pelindung hidung dari udara dingin.
Ada gantungan
Ada emblem, yang bisa dijahit di kemeja taktis, atau bisa juga ditempelkan di tas.
Selasa, 13 Januari 2026
Malioboro dalam Cerita
Bukannya mau fomo, atau ikut-ikutan yang lagi viral, libur akhir tahun dan tahun baru di Jogja. Tapi, perjalanan kali ini murni kebutuhan, ada keperluan di Jogja. Sehingga kenapa tidak sekalian mampir ke Malioboro.
Salah satu ruas jalan terpopuler di Jogja, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dalam negeri maupun luar negeri.
Malioboro, siang itu, cuacanya cerah, meskipun sedikit panas, tak menyurutkan antusiasme para wisatawan untuk menyusuri jalan ini. Makin sore, wisatawan yang datang semakin banyak.

















































