Enggak kerasa, Ramadhan datang lagi. Mungkin, sama seperti tahun-tahun sebelumnya banyak kisah yang tak terlupakan di momen ini. Meskipun itu cuma momen-momen sederhana ketika kita laper-laper lemes pas siang hari, momen-momen ngabuburit nunggu beduk, ataupun bareng-bareng ngikut tarawih, momen ngantuk-ngantuk semangat pas sahur dsb. Kisah sederhana yang terkadang begitu dikangenin pas Ramadhan sudah berlalu. Yeah, mumpung masih bisa ngerasain momen yang berkah ini, enggak ada salahnya kalo kita maksimalin apa yg masih bisa dimaksimalkan.
Ruang Baca
Tampilkan postingan dengan label Momen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Momen. Tampilkan semua postingan
Kamis, 31 Mei 2018
Kamis, 22 Desember 2016
Emak : Madrasah Bernama Ibu
Hari Ibu selalu mengingatkan saya pada emak. Satu sosok yang menjadi madrasah pertama saya dalam kehidupan ini. Emak memang bukan manusia sempurna karena seperti manusia lainnya beliau tak luput dari kekurangan. Tapi itu wajar karena emak saya hanya manusia biasa. Lalu bagaimana emak saya di mata orang lain? Kata teman-teman saya "Emak kamu gaul banget". Nah kan! sebagai anaknya saya merasa kalah gaul^^ Emak saya tipe perempuan yang menikmati hidupnya, beliau tahu apa yang beliau suka dan apa yang ingin dicapai. Klo menurut istilah bahasa anak sekarang, emak saya tipe "Gue Tahu apa yang Gue Mau".
Di usianya yang tidak lagi muda, emak saya masih suka gowes sepeda klo kemana-mana,dan ngelakuin hobi yang beliau suka. Kadang-kadang bepergian dari satu kota-ke kota lain untuk menemui saudara-saudara beliau. Pendek kata, kebiasan beliau avonturir seperti inilah yang menular ke anak-anaknya.
Selain menikmati hidup, emak saya aktif banget di lingkungan sekitarnya, susah diam dan penuh ide-ide yang sayangnya terkadang tidak bisa diterima oleh yang lain. Emak tipe orang yang penuh perhitungan dan hati-hati dalam berhubungan dengan orang lain. Meski begitu, emak saya sangat perhatian terhadap orang lain terutama orang yang lagi kurang beruntung. Beliau mau mendengar segala keluh kesah mereka, membantu jika bisa dan mencarikan solusi. Sehingga kebiasaan beliau yang seperti ini membuat rumah kami seperti Rumah Singgah Mama Khaleeda, ada saja orang yang datang mencari emak saya untuk curhat^^ terkadang rumah kami diketuk orang dari pagi sampai lewat tengah malam
Jumat, 25 Desember 2015
Mesin waktu
Kalau diperbolehkan untuk berandai-andai (xD) merasakan perjalanan dengan mesin waktu maka saya pasti akan memilih perjalanan ke era hidup nabi Muhammad Saw. Ya, ini bisa dibilang impian dan penasaran saya akan sosok Muhammad Saw. Saya membayangkan, Bagaimanakah sosok beliau ketika berjalan-jalan di pasar Madinah, bagaimanakah sosok beliau ketika sholat di masjid Nabawi, bagaimanakah kehidupan sehari-hari beliau. Memang selama ini tak kurang buku dan film yang menceritakan kisah hidup beliau tapi tetap saja rasa penasaran saya tetap membumbung tinggi akan sosok istimewa satu ini.
Selasa, 10 November 2015
Surabaya, November 1945
Sebuah Republik baru didirikan, masih rentan, dan membutuhkan pengakuan dari negara-negara lain. Tak urung, Belanda, yang sudah menjajah republik ini selama berabad-abad lamanya tak tinggal diam. Konon katanya pendirian Republik ini tak pernah terbersit di pikiran mereka, bahkan dengan percaya diri mereka berniat menjajah lagi.
Maka berbekal kemenangan sekutunya, Belanda meminta bantuan Inggris untuk mengambil alih kendali republik ini dari Jepang, yang kalah perang.
Siapa nyana, pasukan yang dikomandai Inggris, yang tak pernah mengalami kekalahan sekalipun, harus mengalami pertarungan sengit di medan perang bernama Surabaya, tekad republik yang baru merdeka ini rupanya sudah bulat 100%, Surabaya adalah pembuktian bagi rakyat republik ini bahwa apapun akan mereka lakukan untuk merdeka. Pada akhirnya sejarah mencatat, meski saat ITU Surabaya hancur lebur, inggris harus kehilangan Brigadir jenderal dan pasukannya, sesuatu yang tidak mereka alami sebelumnya saat perang dunia di pasifik.
Surabaya, November 1945, heroisme yang terekam dalam sejarah
Maka berbekal kemenangan sekutunya, Belanda meminta bantuan Inggris untuk mengambil alih kendali republik ini dari Jepang, yang kalah perang.
Siapa nyana, pasukan yang dikomandai Inggris, yang tak pernah mengalami kekalahan sekalipun, harus mengalami pertarungan sengit di medan perang bernama Surabaya, tekad republik yang baru merdeka ini rupanya sudah bulat 100%, Surabaya adalah pembuktian bagi rakyat republik ini bahwa apapun akan mereka lakukan untuk merdeka. Pada akhirnya sejarah mencatat, meski saat ITU Surabaya hancur lebur, inggris harus kehilangan Brigadir jenderal dan pasukannya, sesuatu yang tidak mereka alami sebelumnya saat perang dunia di pasifik.
Surabaya, November 1945, heroisme yang terekam dalam sejarah
Kamis, 29 Oktober 2015
Diari Pemuda
Memang.....
Kami bukan generasi angkatan 45-an yang ikut berjuang mendirikan Republik tercinta.
Kami juga bukan generasi angkatan 66-an yang merasakan hiruk pikuk revolusi dan pahitnya hidup dalam kemelut politik.
Kami juga bukan generasi angkatan 98-an yang menumbangkan rezim orde baru.
Kami hanya generasi biasa, yang lahir dan tumbuh ketika musik pop mewabah, gaya hidup konsumtif merajalela, dan modernitas menjadi kiblat.
Kami hanya generasi biasa, yang merasakan betapa tidak ada jarak yang berarti dalam masa globalisasi. Ngobrol dengan teman dari negara lain dengan hanya duduk di rumah tanpa harus ketemu di salah satu negara.
Kami hanya generasi biasa, yang bisa menikmati kopi Starbuck tanpa perlu ke new York, menikmati bebek Peking di tempat makan sebelah, nonton live music Grammy award tanpa perlu ke Stapless center.
Tapi.....
Sebiasa-biasanya Kami, tetap saja indonesia tanah tumpah darah kami.
Bahkan seacuh-acuhnya kami pun, bangsa Indonesia tetap identitas kebangsaan kami, Dan....
Tanpa kami sadari pun, Bahasa Indonesia tetap jadi penghubung kami, menyatukan apa yang direntangkan oleh perbedaan suku dan adat istiadat kami.
Maka dengan hati yang tulus: inilah catatan kami, pemuda yang memiliki sumpah pemuda
Kami bukan generasi angkatan 45-an yang ikut berjuang mendirikan Republik tercinta.
Kami juga bukan generasi angkatan 66-an yang merasakan hiruk pikuk revolusi dan pahitnya hidup dalam kemelut politik.
Kami juga bukan generasi angkatan 98-an yang menumbangkan rezim orde baru.
Kami hanya generasi biasa, yang lahir dan tumbuh ketika musik pop mewabah, gaya hidup konsumtif merajalela, dan modernitas menjadi kiblat.
Kami hanya generasi biasa, yang merasakan betapa tidak ada jarak yang berarti dalam masa globalisasi. Ngobrol dengan teman dari negara lain dengan hanya duduk di rumah tanpa harus ketemu di salah satu negara.
Kami hanya generasi biasa, yang bisa menikmati kopi Starbuck tanpa perlu ke new York, menikmati bebek Peking di tempat makan sebelah, nonton live music Grammy award tanpa perlu ke Stapless center.
Tapi.....
Sebiasa-biasanya Kami, tetap saja indonesia tanah tumpah darah kami.
Bahkan seacuh-acuhnya kami pun, bangsa Indonesia tetap identitas kebangsaan kami, Dan....
Tanpa kami sadari pun, Bahasa Indonesia tetap jadi penghubung kami, menyatukan apa yang direntangkan oleh perbedaan suku dan adat istiadat kami.
Maka dengan hati yang tulus: inilah catatan kami, pemuda yang memiliki sumpah pemuda
Sabtu, 25 Juli 2015
Eid Mubarak
Meski super duper telat tetap saja ya selama masih bulan Syawal dan masih diberi kesempatan untuk maaf-maafan maka dengan segala kerendahan hati maafkan semua hal yang harus dimaafkan, ikhlaskan apa yang memang harus diikhlaskan.
Semoga momen ini menjadikan kita sebagai manusia yang lebih baik.Minggu, 21 Juni 2015
gud mowning
Maaf ini bukan postingan tentang challenge blog, tema yang ke 20 sudah Hira posting tadi pagi>_< tolong diskip tulisan yang satu ini. Mo diposting di fb juga terlalu panjang :p
Habis shubuhan, Hira niat untuk gowes pagi-pagi sekalian motret sunrise. Sayang disayang, cuaca tak mendukung, langit berawan Dan lumayan gelap. So, daripada pulang dengan tangan hampa, Hira potret-potret aja bunga yang ada di pinggir Jalan XD
Setelah gowes 3 km-an, Hira mutusin pulang. Lumayan gempor juga kaki. Padahal gowesnya pelan banget he he..sampe Hira berkali-kali dilewati cowok-cowok biker. Mungkin klo dibandingin sama kecepatan orang Jalan kaki gitu gowesan Hira kecepatannya sama dengan mereka :) Maklum orang puasa, nyimpen tenaga lebih baik daripada ngumbar tenaga ntar puasanya bisa ngap-ngapan. Seneng sih gowes pagi-pagi gini tapi kesel juga sih, karena tadi lewat jalan kampung kurang lebih 500 meter, jalannya masih banyak batu-batu gitu, sampe Hira turun berkali-kali. Apalagi jalanannya naik-turun gitu. Meleng dikit bisa dapet selokan bonusnya.
Rabu, 17 Juni 2015
Ramadhan Mubarok
Marhaban ya Ramadhan
Tanpa terasa Ramadhan telah datang, di mana-mana terlihat kesibukan
menyambutnya, tak terkecuali di negeri tercinta ini, klo di Jawa ada tradisi ‘megengan’
untuk menyambut ramadhan, di Betawi ada tradisi ‘senggol-senggolan’, begitu
juga di tempat-tempat lain ada tradisi penyambutan sejenis, entah apa nama
tradisi di tempat tersebut.
Semoga
Ramadhan Tahun ini lebih baik daripada tahun lalu#Barakallah
Langganan:
Postingan (Atom)








