Ruang Baca

Ruang Baca

Senin, 18 Mei 2026

Soto Mie Bogor

 

Di Indonesia ini, banyak sekali ragam dari Soto, makanan berkuah yang biasanya menjadi makanan andalan suatu daerah. Sebut saja Ada Soto Lamongan, Soto Kudus, Soto Surabaya, Soto Betawi, Soto Bogor, Soto Banjar, Soto Padang, Soto Madura, Soto Semarang, Soto Bening Solo, Coto Makasar dsb. Soto adalah makanan berkuah dari kaldu ayam atau kaldu sapi. 



Nah, yang bakal kita Kulik kali ini adalah soto Mie Bogor. Jika soto-soto yang lain bahan campuran soto adalah bihun maka kalau soto Mie Bogor lebih lengkap lagi, selain bihun juga ditambahkan dengan mie kuning. Selain itu Soto mie Bogor juga disajikan dengan potongan risoles, tomat, kubis, kentang. Serta topingnya bisa berupa emping melinjo, bawang goreng, ditambah perasaan jeruk. 


Soto banyak sekali dijumpai di kawasan pedagang kaki lima yang ada di pinggiran jalan di kawasan Bogor dan sekitarnya. Banyak juga dijumpai di rumah makan dan food court yang ada di pusat perbelanjaan.

Minggu, 17 Mei 2026

Ruang Kisah: Menjadi Dewasa

 


Salah satu tanda menjadi dewasa adalah ketika kalian bisa dengan lapang dada menerima kenyataan bahwa pasangan favorit kalian menikah dengan orang lain. Bahagia dengan orang yang berbeda dengan yang kalian shiperin. Hehe....topik random ini biasanya sering terjadi pada cewek-cewek, yang biasanya dengan menggebu-gebu menjodohkan orang yang dirasa ideal. Atau istilahnya dalam dunia entertainment itu shipper. Banyak dari kita, cewek-cewek, menjodohkan pasangan artis film yang disukai (nyipperin bintang utama suatu film atau drama).


Bahkan gegara pershiperan tersebut, ada yang rela berantem dan adu mulut di internet, saling ngebully dan jelekin satu sama lain. Padahal jodoh di tangan Tuhan, apa yang manusia lihat baik, belum tentu itu jodohnya. Apalagi bagi manusia yang tidak kenal dekat dengan artis-artis tersebut, yang tidak tahu kehidupannya selain di layar kaca dan yang dibagi ke publik




 

Jumat, 15 Mei 2026

Ruang Kisah: Tentang kerja, Wawancara dan Dedikasi

 


Time flies so fast, awalnya cuma fresh graduate tanpa terasa sudah jadi senior di tempat kerja^^ Sebuah fakta yang banyak dialami oleh para teman-teman yang lain. Awalnya kita jadi anak bawang, tahu-tahu sudah jadi sosok yang harus ngasih contoh yang baik ke para pegawai baru :D



Kalau ditanya apa yang harus disiapkan oleh para pelamar kerja saat mau nyari pekerjaan dan wawancara kerja. Ini berdasarkan pengalaman saja ya, karena saya rasa tiap orang memiliki pengalaman yang berbeda dan tentunya semuanya tidak bisa disamaratakan.

 Yang perlu pertama digaris-bawahi itu adalah network. Saat job hunting, network itu penting, karena berdasarkan pengalaman saya, network itu sangat memudahkan saat melamar kerja. Memang sih ada beberapa orang yang tidak menggunakan network karena kemampuannya tapi itu tidak semua orang bisa. Dengan network, kita juga bisa membaca kondisi tempat kerja yang kita incar. Yang kedua pengalaman, ini penting karena tidak ada perusahaan atau tempat kerja yang mau menerima orang yang kerjanya hanya jadi beban. Jadi buat teman-teman yang belum kerja, cobalah untuk cari tempat magang. Meskipun teman-teman kerja di tempat magang tersebut digaji kecil, setidaknya itu bisa menjadi batu loncatan bagi pekerjaan berikutnya.

Yang berikutnya adalah etos kerja. Terkadang banyak orang pintar dan cerdas tidak diterima kerja dalam satu tim karena disebabkan etos kerjanya kurang. Terkadang ada beberapa tempat kerja yang lebih memilih orang dengan etos kerja tinggi daripada orang yang pintar tetapi etos kerjanya rendah. Karena mereka beranggapan bahwa ilmu bisa dipelajari, asal orang tersebut punya etos kerja yang tinggi maka dia bisa belajar sambil bekerja.

Kamis, 14 Mei 2026

Ruang Kisah : Cuek

 Kadang, kecuekan dalam bersikap membuat saya sering kebablasan dalam pergaulan sehari-hari. Apalagi dalam pergaulan dewasa yang saya rasa ini fase yang kadang saya tidak sadari bahwa ada saja orang-orang yang julid dalam pergaulan. Meskipun umurnya jauh di atas saya, tapi rasa julidnya cukup tinggi, mungkin juga beliau merasa lebih dewasa dan bla...bla... Sehingga dalam pergaulan sehari-hari sering mengomentari orang lain dalam tanda negatif. Contohnya gini, ada salah satu tetangga yang mengadakan acara syukuran, ketika ibu-ibu yang lain membahas waktu undangannya, saya ikut berkomentar karena kebetulan kemarin ikut membaca undangan yang diterima oleh kakak saya tetiba ibu tersebut nyeletuk "kamu kan tidak diundang? Mungkin kalau itu orang lain mungkin sudah sakit hati tetapi karena saya tipe orang cuek saya malah nyautin "diundang juga saya enggak bakalan dateng". Langsung Ibu tersebut tidak bisa berkata-kata. Dalam hati saya menyesal juga sudah kebablasan dalam bereaksi, tidak perlu sebenarnya mempermalukan orang lain di depan orang banyak. Mungkin ini yang disebut defense mecanism.






Mungkin Ibu tersebut tidak tahu kalau bagi orang introvert seperti saya, kumpul-kumpul dengan orang banyak itu sangat melelahkan. Energi langsung menurun saat memaksakan ikut acara seperti itu. Maka sebisa mungkin menghindari acara yang seperti itu. Terkadang saya dapat teguran juga dari ibu RT dan warga yang lain tapi ya bagaimana lagi, saya terkadang sudah lelah dengan pekerjaan di tempat kerja dan saat di rumah pengen menikmati waktu luang. 





Bagi saya pribadi, kejadian seperti ini ada hikmahnya. Sebagai manusia saya harus belajar tidak langsung menyimpulkan dari sesuatu yang kita lihat sekali-dua kali. Segala sesuatunya tidak sama dengan yang pernah kita alami.

Senin, 11 Mei 2026

Ruang Baca : Seri Kisah Rakata dan Rinjani




 Niat hati sih cuma pengen baca buku " Dwipantara" tetapi malah keterusan baca tiga buku sebelumnya. Keempat buku tersebut memiliki kesan tersendiri. Misalnya, jika di buku pertama " Rakata dan Rinjani" para pembaca terkesan dengan Dusun Gerpasang dan teh melati. Maka di buku terbaru ini " Dwipantara" para pembaca akan terkesan dengan desa Oi Bura dan kopi Tambora. Latar belakang yang indah tersebut dengan mudahnya terpatri di benak para pembaca.


Lalu, dari keempat buku tersebut, manakah yang paling menarik ceritanya? Sebagai pembaca, saya memilih buku " Swarnadwipa" karena bisa dibilang buku ini Rakata banget. Secara terperinci menggambarkan perjalanan Rakata dalam menemukan dirinya.


Jika di buku-buku yang lainnya, Rakata digambarkan sebagai pemuda yang berkarakter kuat dan memiliki inner handsome maka di buku Swarnadwipa kita bisa lihat sisi rapuh Rakata saat ditinggal kedua orangtuanya sampai dia kehilangan jati dirinya. Kerapuhan seorang pemuda yang baru menyadari potensi dirinya.





Jumat, 08 Mei 2026

Bandung dan Akhir Pekan

 Mencoba untuk menikmati Bandung dari sisi lain, yaitu dari sisi kekinian, menikmati hal-hal yang lagi happening saat ini :D

Biasanya saya dan teman-teman kalau ke Bandung tinggal duduk manis dengan nyaman dan langsung sampai di tempat wisata yang dituju di Bandung, maka pada kesempatan kali ini, kami mencoba ke Bandung ala backpackeran, dengan ongkos perjalanan yang minimal dan ngecer^^

So, seperti inilah kisah ala-ala kami :D


Kisah perjalanan dimulai dengan perburuan tiket kereta api. Meskipun pada kenyataannya, niat awal ini sudah mental karena kami kehabisan tiket kereta api yang murah (KA Serayu) yang biaya tiketnya Rp 65.000,- Akhirnya rencana harus dikonsep ulang, sambil mencari alternatif angkutan selain kereta api. Sampai akhirnya pilihan balik lagi ke konsep awal dengan memburu tiket kereta api, meskipun kali ini tujuannya bukan stasiun Bandung tapi stasiun Padalarang. Rencananya dari stasiun Padalarang kami akan naik commuter Line yang menuju stasiun Bandung.



Akhirnya kami mendapat tiket kereta api Papandayan Garut yang melewati stasiun Padalarang. Dengan membayar Rp 145.000, tiket sudah di tangan. Kereta ini berangkat dari stasiun Gambir Jakarta, dengan jam keberangkatan 06.30 Wib. 


Pagi buta kami sudah berangkat ke Gambir, setelah bersih-bersih dan ishoma, kami naik kereta Papandayan. Ada 2 kelas dari kereta ini yaitu kelas premium dan kelas eksekutif. Perjalanan dari Jakarta ke Padalarang kurang-lebih 2 jam.


Naik kereta ini pemandangannya indah, di kanan-kiri banyak sawah dan hutan terbentang. Belum lagi sungai-sungai dan pemandangan bukit-bukitnya. Dan satu lagi, jalur kereta ini juga melewati terowongan karena rel membelah bukit, sensasinya mirip saat naik kereta dari jalur rel Surabaya ke Banyuwangi yang ada juga jalur terowongan yang membelah gunung.


Sesampainya di Stasiun Padalarang, kami berganti transportasi, kami menggunakan commuter Line. Sempat kaget juga, karena biasanya kalau di Jabodetabek kami tinggal ngetap kartu saat naik commuter maka disini kami harus pesan online. Cukup terjangkau harga tiketnya Rp 5000, dengan fasilitas kereta seperti kereta ekonomi zaman dulu. Kursi tegak dengan duduk berhadap-hadapan. 


Perjalanan dari stasiun Padalarang ke Bandung tidak terlalu jauh, kurang lebih 30 menit kalau naik kereta. Tetapi kalau naik bis bisa lebih dari itu karena jalanan macet sehingga waktu perjalanan susah diprediksi.


Sesampainya di Stasiun Bandung kami naik angkot ke alun-alun. Jaraknya tidak terlalu jauh, masalahnya cuma macet^^ apalagi di akhir pekan, banyak sekali wisatawan lokal yang ke Bandung.


Di Alun-alun tujuan kami adalah naik Bandros (bis wisata) keliling kota Bandung. Karena ramainya wisatawan lokal maka kami harus nunggu 20 menitan baru bisa naik Bandros. Tarif naik Bandros adalah Rp 20.000 per penumpang.


Kapasitas bis wisata ini kurang lebih 20 wisatawan, dengan jalur yang dilalui adalah jalan-jalan utama yang bersejarah di Bandung, seperti jalan Asia Afrika, jalan Palestina, jalan Dago, jalan AH Nasution, jalan Braga dsb.


Puas naik Bandros, tujuan kami selanjutnya adalah Braga. Bisa dibilang Braga itu Malioboro -nya Bandung. Banyak sekali wisatawan lokal yang lalu-lalang di Jalan ini. Selain foto-foto, tentunya sambil wisata kuliner dan menikmati vibe jalan Braga.


Puas foto-foto, kami berencana untuk hunting makanan kekinian ^^ yang lagi viral di Bandung yaitu rumah makan Abah Harja yang ada di jalan Malabar. 


Memang benar-benar viral, karena saat kami datang, kendaraan sampai parkir di kanan-kiri jalan. Dan ketika kami memesan makanan menu ayam, antrian sudah mengular, ada 60an antrian. Akhirnya kami menyerah untuk antri karena mengejar target balik ke Jakarta biar tidak terlalu malam. Kami memutuskan makan siang di rumah makan sebelahnya yaitu rumah makan Pak Ndhut.


Setelah kenyang makan siang, kami balik lagi ke jalan Braga untuk hunting makanan yang viral di jalan Braga yaitu tiramisusu. Sesampainya di Braga, antrian sudah mengular. 


Yang lagi viral adalah tiramisu rasa Macha, rasa yang lainnya juga enak.




meskipun antri dan berdesak-desakan belinya tapi rasa kuenya memang enak banget, enggak rugi belinya antri lama. Bakalan nagih kalau sudah beli. 


Setelah puas belanja tiramisusu, kami melanjutkan hunting kulineran yang ada di Braga sekalian jalan-jalan menikmati akhir pekan di Braga.





Setelah puas uas menikmati Braga kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta, waktu sudah menunjukkan pukul 16.30, saatnya kami pulang.


Untuk perjalanan pulang ini, kami memutuskan untuk naik Bis. Sehingga dari Braga, kami langsung menuju ke terminal Leuwipanjang. Di terminal ini kami istirahat sejenak sambil belanja oleh-oleh. Terminal ini nyaman untuk transit, fasilitasnya lumayan lengkap.


Tepat pukul 18.00 kami kembali ke Jakarta dengan Bis Primajasa, dengan tarif bis Rp 85.000,- 
Alhamdulillah. Perjalanan aman lancar sampai kami kembali ke rumah masing-masing ^^












Rabu, 22 April 2026

Lebaran Liburan

 Lebaran waktunya kumpul-kumpul dengan keluarga dan sanak saudara. Yang biasanya susah banget berkumpul dengan keluarga besar, karena ada momen lebaran jadi bisa bertemu. Sepupu-sepupu yang biasanya cuma kita temui setahun sekali ya momen bertemunya saat lebaran^^ sambil berusaha mengingat-ingat nama saudara jauh :D yang terkadang terlupa karena saking lamanya tidak bertemu.


Lebaran juga waktunya santai sejenak dari segala rutinitas, mumpung libur jadi ada waktu luang untuk refreshing. Sehingga banyak orang yang memanfaatkan waktu lebaran untuk berlibur. Setelah kegiatan silaturahmi dan maaf-maafan selesai, banyak orang yang mendatangi tempat wisata dan tempat makan untuk refreshing, menikmati waktu liburan.