Ruang Baca

Ruang Baca

Jumat, 08 Mei 2026

Bandung dan Akhir Pekan

 Mencoba menikmati Bandung dari sisi lain, yang biasanya duduk dengan nyaman dan langsung sampai di tempat wisata yang ada di Bandung maka pada kesempatan kali ini mencoba ke Bandung backpackeran, dengan ongkos perjalanan yang minimal dan ngecer^^



Meskipun pada kenyataannya, niat awal ini sudah mental karena kami kehabisan tiket kereta api yang murah (KA Serayu) yang biaya tiketnya Rp 65.000,- Akhirnya rencana harus dikonsep ulang, sambil mencari alternatif angkutan selain kereta api. Sampai akhirnya balik lagi ke perburuan tiket kereta api, meskipun kali ini tujuannya bukan stasiun Bandung tapi stasiun Padalarang. Rencananya dari stasiun Padalarang kami akan naik commuter Line yang menuju stasiun Bandung.



Akhirnya kami mendapat tiket kereta api Papandayan Garut yang melewati stasiun Padalarang. Dengan membayar Rp 145.000, tiket sudah di tangan. Kereta ini berangkat dari stasiun Gambir Jakarta, dengan jam keberangkatan 06.30 Wib. 


Pagi buta kami sudah berangkat ke Gambir, setelah bersih-bersih dan ishoma, kami naik kereta Papandayan. Ada 2 kelas dari kereta ini yaitu kelas premium dan kelas eksekutif. Perjalanan dari Jakarta ke Padalarang kurang-lebih 2 jam.


Naik kereta ini pemandangannya indah, di kanan-kiri banyak sawah dan hutan terbentang. Belum lagi sungai-sungai dan pemandangan bukit-bukitnya. Dan satu lagi, jalur kereta ini juga melewati terowongan karena rel membelah bukit, sensasinya mirip saat naik kereta dari jalur rel Surabaya ke Banyuwangi yang ada juga jalur terowongan yang membelah gunung.


Sesampainya di Stasiun Padalarang, kami berganti transportasi, kami menggunakan commuter Line. Sempat kaget juga, karena biasanya kalau di Jabodetabek kami tinggal ngetap kartu saat naik commuter maka disini kami harus pesan online. Cukup terjangkau harga tiketnya Rp 5000, dengan fasilitas kereta seperti kereta ekonomi zaman dulu. Kursi tegak dengan duduk berhadap-hadapan. 


Perjalanan dari stasiun Padalarang ke Bandung tidak terlalu jauh, kurang lebih 30 menit kalau naik kereta. Tetapi kalau naik bis bisa lebih dari itu karena jalanan macet sehingga waktu perjalanan susah diprediksi.


Sesampainya di Stasiun Bandung kami naik angkot ke alun-alun. Jaraknya tidak terlalu jauh, masalahnya cuma macet^^ apalagi di akhir pekan, banyak sekali wisatawan lokal yang ke Bandung.


Di Alun-alun tujuan kami adalah naik Bandros (bis wisata) keliling kota Bandung. Karena ramainya wisatawan lokal maka kami harus nunggu 20 menitan baru bisa naik Bandros. Tarif naik Bandros adalah Rp 20.000 per penumpang.


Kapasitas bis wisata ini kurang lebih 20 wisatawan, dengan jalur yang dilalui adalah jalan-jalan utama yang bersejarah di Bandung. 




Rabu, 22 April 2026

Lebaran Liburan

 Lebaran waktunya kumpul-kumpul dengan keluarga dan sanak saudara. Yang biasanya susah banget berkumpul dengan keluarga besar, karena ada momen lebaran jadi bisa bertemu. Sepupu-sepupu yang biasanya cuma kita temui setahun sekali ya momen bertemunya saat lebaran^^ sambil berusaha mengingat-ingat nama saudara jauh :D yang terkadang terlupa karena saking lamanya tidak bertemu.


Lebaran juga waktunya santai sejenak dari segala rutinitas, mumpung libur jadi ada waktu luang untuk refreshing. Sehingga banyak orang yang memanfaatkan waktu lebaran untuk berlibur. Setelah kegiatan silaturahmi dan maaf-maafan selesai, banyak orang yang mendatangi tempat wisata dan tempat makan untuk refreshing, menikmati waktu liburan.



Minggu, 05 April 2026

Jumbrek, makanan tradisional



 Jumbrek adalah makanan tradisional dari Paciran, kabupaten Lamongan Jawa Timur. Makanan ini dibuat dari campuran tepung beras santan dan sirup gula Siwalan (lontar).


Makanan ini rasanya manis dan gurih. Apalagi kalau yang dipakai sirup gula Siwalan yang asli, rasa manisnya khas dan tidak bikin eneg.



Keunikan yang lain dari makanan ini adalah cara membungkusnya yang menggunakan daun Siwalan/lontar yang dibentuk menyerupai terompet. Jadi membuat tampilan makanan tradisional ini beda dengan yang lainnya.

Kamis, 26 Maret 2026

Kupatan

 


Sebuah tradisi perayaan ketika lebaran sudah memasuki hari ketujuh, dimana ketupat dimasak dan setelah itu dibawa ke masjid atau musholla untuk dimakan bareng-bareng. 



Ketupat-ketupat tersebut dimakan dengan sayur opor, sayur kacang, terkadang juga dengan sambel cos


 



Minggu, 22 Maret 2026

Enjoy Your Eid Fest



Lebaran waktunya makan-makan^^dan silaturahmi ke para tetangga dan saudara.



 Seperti di beberapa daerah, masyarakat masih memegang tradisi untuk berkunjung ke rumah-rumah tetangga dan kerabat, maaf-maafan dan reuni teman serta keluarga. 



Oleh karena itu banyak orang yang mengusahakan setiap lebaran untuk mudik ke kampung halaman. Rasanya hambar kalau lebaran di perantauan tanpa ada momen silaturahmi dan kumpul-kumpul dengan para tetangga dan kerabat.





Jumat, 20 Maret 2026

Eid Mubarak

 Begitu cepat waktu berlalu, tau-tau udah lebaran. Padahal rasanya baru kemarin nulis tentang awal Ramadhan dan sekarang nulis tentang Hari Raya Idul Fitri. 


Sedih rasanya ditinggal Ramadhan, berharap bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan dengan iman dan takwa yang lebih baik lagi.

Sekarang fokus membenahi diri di bulan Syawal, berharap jiwa kembali fitri, seperti bayi yang baru dilahirkan.





Lebaran/Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang baju baru, makan ketupat dan opor ayam tetapi juga tentang pencapaian kita selama bulan Ramadhan. Sudahkan kita memaksimalkan ibadah kita di bulan yang penuh ampunan tersebut.

Selasa, 17 Februari 2026

Ramadhan is coming

 


Alhamdulillah, dalam hitungan jam Ramadhan datang. Meskipun persiapannya buru-buru dan terasa bag big bug, akhirnya bisa mempersiapkan diri. Walaupun sebagai perempuan terkadang merasa kurang sempurna Ramadhannya karena ada libur puasanya tapi it's okay, kegembiraan menyambut Ramadhan harus tetap jadi prioritas. Sama seperti ibadah yang setiap hari dilakukan harus jadi prioritas.