Ruang Baca

Ruang Baca

Kamis, 31 Desember 2020

Ruang Baca : Anak Rembulan, Negeri Misteri Di Balik Pohon Kenari

 Judul Buku.  : Anak Rembulan, Negeri Misteri Di Balik Pohon Kenari

Penulis.          : Djokolelono

Penerbit .        : PT Mizan Pustaka

Tahun Terbit.  : 2011

Jumlah halaman : 350

Bisa dibilang saya telat banget tahu buku ini. Awalnya saya iseng melihat koleksi buku perpustakaan rumah. Saat itu ada beberapa buku yang menarik perhatian saya dan buku ini cuma saya lirik secara sekilas, tanpa ada niat untuk membacanya, apalagi buku ini termasuk kategori buku anak. Sampai akhirnya semua buku yang menarik sudah selesai saya baca. Mo gak mau buku yang belum saya baca tinggal buku ini. Akhirnya saya memaksakan diri untuk membaca buku ini. Saat membaca itulah, saya terpesona dengan buku ini. Kekuatan bertutur penulisnya luar biasa, tidak kalah dengan buku cerita fantasi dari luar negeri. Salah satu buku fantasi yang layak untuk dikoleksi. Imajinasi cerita sangat kuat, dengan kultur lokal yang kokoh. Gaya penceritaannya begitu membumi. 



Ruang Baca : Atomic Habits

 Judul Buku : Atomic Habits

Penulis.        : James Clear

Penerbit .      : PT Gramedia Pustaka Utama ( terjemahan Indonesia)

Tahun Terbit. : 2020

Jumlah hlm.   : 340

Atomic Atoms, perubahan kecil yang memberikan hasil luar biasa. Sebuah buku motivasi yang ditulis berdasarkan pengalaman hidup sang penulis. Untuk mengubah hidup, kita tidak perlu memikirkan hal-hal besar. Tapi mulailah dari hal-hal kecil. Penulis buku ini membagikan strategi agar hal-hal kecil yang dianggap remeh bisa mendatangkan perubahan besar



Liburan dengan Berkebun

Liburan akhir tahun ini memang tak biasa, klo sebelum-sebelumnya, liburan akhir tahun tempat wisata penuh dan rumah sepi ditinggal travel : D. Maka tahun ini sebaliknya, tempat wisata sepi dan rumah lebih ramai karena liburan banyak di rumah, so daripada gabut dan bosen di rumah, yuk kita isi liburan ini dengan berkebun ^^



Kaoru Kamiya

Well, selama ini Hira enggak adil terhadap satu sosok ini. Yep, bagi fangirl Kenshin Himura, cuma Kenshin yang terlihat "wah" yang lainnya cuma numpang lewat :D apalagi Kaoru, pasti sebagian fangirl Kenshin bilang " yaelah, ngapain sih lu ngikut-ngikut mulu" XD atau yang lebih ekstrim bilang "males banget...banget...ngeliat Kaoru" >_0

Makanya saat ini, Hira baru bisa lihat another side of Kaoru☺😂😂 Sebagai perempuan, Kaoru itu bukan sosok yang biasa. Kaoru itu bener-bener perempuan yang cantik luar dalam. Ini nih yang kadang gagal dipahami oleh perempuan-perempuan masa kini, kecantikan itu dari dalam diri, bukan hanya dari penampilan luar. Kaoru contoh emansipasi perempuan pada masanya, mandiri, berhati mulia tapi tegas



Bunga Kering / Herbarium



Dulu, zaman masih sekolah, sering banget bikin herbarium dari tanaman yang ada di sekitar rumah. Saat itu, teknik herbariumnya sangat sederhana, bunga atau daun yang mau dikeringkan, ditaruh di dalam lipatan-lipatan buku. Kemudian buku tersebut ditumpuk dengan pemberat. Beberapa hari kemudian, jadilah herbarium yang diinginkan.

Saat ini, herbarium up kembali. Apalagi kebutuhan agar terlihat instragamable semakin menjadi-jadi, mo gak mau kebutuhan herbarium meningkat tajam. Banyak teknik pembuatan herbarium yang digunakan. Tapi yang paling sederhana bunga atau tanaman yang mo dibuat herbarium tersebut dikeringkan selama 10 hari, setelah kering, bunga atau tanaman tersebut disemprot dengan hairspray. Pada musim hujan seperti ini, sangat susah mengeringkan bunga/ tanaman di bawah terik matahari, so jangan khawatir, bunga / tanaman tersebut cukup diangin-anginkan saja sampai kadar airnya berkurang.  

Contoh herbarium dari ilalang dan rumput 


Sabtu, 14 November 2020

Panen Sayur dari Kebun Sendiri


Sibuk nanem segala rupa bukan karena latah ngikutin trend yang lagi up saaat ini ya, sejak dari zaman baheula, hobi nanam-menanam emang udah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari saya #eh 😄😄 setiap ada jengkal tanah yang tersisa, dengan ributnya minta ampun saya pasti langsung nanemin sejengkal tanah tersebut. Entah kapan pastinya obsesi nanem tersebut muncul, yang pasti sampai detik ini, saya masih setia dengan kegiatan nanam-menanam. Dulu zaman masih sering traveling pun, suvenir yang saya bawa itu pasti tanaman. sampe teman saya, keluarga saya protes, ngapain jauh-jauh bepergian cuma bawa tanaman dan bahkan yang lebih ekstrim lagi, dalam kereta yang berdesak-desakkan pun saya masih berusaha membawa tanaman. Begitu juga jika pulang dari gunung pun suvenir yang saya bawa pun tanaman. meskipun ending-nya tanaman yang saya bawa tersebut tidak bertahan lama karena perbedaan suhu dan  habitat.

Karena hobi yang satu inilah, saya juga nanem sayur-sayuran dan empon-emponan di halaman rumah, mulai dari kangkung, bayam, sawi, terong, seledri, cabe, daun pandan, jeruk nipis, sereh, daun jeruk purut, jahe,dsb. meskipun hasil panennya tak seberapa, cukuplah untuk kebutuhan pribadi dan tetangga di sekitar. Panen dari kebun sendiri itu lebih memuaskan daripada beli 

Selasa, 10 November 2020

Mengenang 10 Nopember

 



Siang itu matahari bersinar terik sekali dan suasana begitu lengang ketika saya menysuri kawasan Tugu Pahlawan dan Museum 10 Nopember. Sesekali saya berpapasan dengan staf pegawai museum. Di kawasan inilah, kisah heroik 10 Nopember diabadikan. Kisah heroik yang tidak hanya terekam dalam sejarah negeri ini, tetapi juga terekam dalam sejarah dunia. Kisah keberanian para pemuda yang lebih memilih untuk melawan armada elit dunia (pihak sekutu) yang dipimpin Inggris daripada dijajah lagi.



Kini... kisah heroik tersebut tinggal menjadi sejarah kepahlawanan bagi kita yang masih hidup. di bawah monumen inilah disemayamkan beribu-ribu pahlawan tanpa nama yang mengorbankan nyawanya demi  mewujudkan kemerdekaan. Kisah keberanian mereka bisa menjadi inspirasi bagi para pemuda negeri ini untuk terus berbakti dan berkarya.