Ruang Baca

Ruang Baca

Rabu, 18 Desember 2019

Ekonomi vs Eksekutif

Alkisah di suatu hari yang terik, teman saya nanya. Ngapain kamu traveling naik kereta ekonomi? Enakan naik kereta eksekutif, tahu? Jujur saja saya langsung terdiam #krik2. Maksud die apa ya? Emang sih teman yang satu ini suka traveling dan dari sosmednya pun aktif banget nampilin foto-foto perjalanannya. Harusnya sebagai traveler sejati die tahu, perjalanan itu bukan hanya tentang nyamannya transportasi atau mewahnya tempat yang dituju. Perjalanan juga tentang kisah dan kesan yang tak terhitung jumlahnya. Kalau kita terfokus sama kenyamanan, kita akan sangat terbatas interaksi sosialnya. Well, ini hanya ocehan pribadi saja kkkk....segala sesuatu kembali ke niatnya. Jika kita traveling pengennya nyaman maka yang akan didapat hanya rasa nyaman dan foto-foto yang begitu saja. Tetapi kalau kita pengen meng-eksplore tempat-tempat traveling maka dapatnya juga seperti yang diniatkan.  Well, semua kembali ke selera masing-masing. Mo traveler itu suka transportasi ekonomi ya monggo silahkan. Yang suka dengan transportasi eksekutif ya silahkan juga. Bagi saya pribadi, saya itu suka banget perjalanan ala-ala backpacker, dengan budget terbatas tapi pengalaman tanpa batas. Mending uang lebih yang kita punya kita kasihkan ke orang-orang yang membutuhkan, anak-anak yang pengen sekolah tapi orang tuanya tak mampu membiayai, pastinya uang lebih tersebut lebih bermakna daripada jika uang tersebut hanya kita habiskan untuk kemewahan sebuah perjalanan. Hehe... Ini sebenarnya nulis apaan sih? Gak jelas banget ^^

Kamis, 28 November 2019

Peka

Kadang suka ketawa sendiri jika ngelihat orang yang begitu pedenya ngatain orang lain tapi gak ngaca dengan kekurangan dirinya. Kadang, heran juga kok bisa dia gak nyadar diri, semua-semua dituduhin sama orang lain.

Sabtu, 28 September 2019

Rakata dan Rinjani, Saat Dua Gunung Bertaut

Kamu bilang, gunung berapi sejatinya ada untuk menghancurkan diri, begitu juga denganmu.
Aku tak tahu sejauh apa kamu berjalan, tak tahu berapa banyak kamu meninggalkan jejak.
Mungkin aku hanya sejumput kenangan dari untaian panjang perjalanan, tetapi kini kenanganku tak lekang; tentang kelemahanmu yang tak membuatmu berhenti dan menepi.
Tentang Lereng Merapi yang membuatku tak ingin beranjak pergi.


Banyak buku berkisah tentang perjalanan yang sayang untuk dilewatkan, salah satunya buku ini. Buku yang tak hanya berkisah tentang indahnya perjalanan atau betapa wahnya perjalanan yang telah dilalui. Tetapi buku ini berkisah juga tentang makna yang didapat dari sebuah perjalanan. Perjalanan  bukan hanya tentang seberapa banyak foto indah yang bisa kita posting di instagram, atau seberapa banyak suvenir perjalanan yang kita beli. Atau seberapa banyak tempat yang kita kunjungi. Seperti yang dikutip dari buku ini, perjalanan bukan sekadar cendera mata, bukan juga sekadar perasaan senang. Perjalanan adalah suatu momen saat traveler seharusnya banyak memaknai sesuatu yang mungkin terlupakan. Satu kesempatan berharga untuk membuka mata jauh lebih lebar, melihat apa yang belum pernah traveler lihat, dan berusaha memaknainya. Perjalanan adalah sebuah pemahaman. Pemahaman soal diri, soal hidup, toleransi, keragaman, bahakan mungkin, cinta.. 


Minggu, 15 September 2019

Make Something Crafty for Your Wallet

Untuk tema diy kali ini, Hira mo bikin dompet dari bahan bekas. Well, klo diestimasi secara biaya dompet ini murah meriah karena bahannya barang bekas, tapiii...yang agak mahal itu waktu kita pas bikinnya. Terkadang di sela-sela padatnya rutinitas kita, bikin diy itu perjuangan banget^^ #eh

Langsung aja yakk, daripada Hira ngoceh gak jelas, yuk diintip the making of dompet yang satu ini.

Bahan-bahannya :
1. Kain perca batik,sisa dari potongan baju
2. Kain dari baju bekas
3. Busa bekas dari tempat pensil
4. Kain flanel, ada 2 warna yang dipakai
5. Kancing kayu, bisa kita dapat dari kancing baju bekas
6. Karton tebal untuk lapisan dalam tempat kartu
7. Kertas hias untuk melapisi tempat kartu


Alat - Alat yang Dibutuhkan :
1. Lem
2. Gunting
3. Jarum dan benang jahit
4. Penggaris untuk menentukan ukuran dompet

Cara membuatnya:
Buat pola dompet di atas busa bekas, gunting sesuai pola lalu gunting kain perca dan kain bekas sesuai ukuran dari pola.  Setelah itu tempelkan kain perca dan kain bekas di bagian luar busa. Jahit kedua kain tersebut sampai busa tidak terlihat dari luar. Kain perca nanti akan menjadi bagian luar dari dompet sedangkan kain batik menjadi bagian dalamnya.

Lengkapi bagian luar dompet dengan kancing kayu. Jahit kancing kayu tersebut dengan kuat. Untuk bagian dalam dompet bikin pola seperti di bawah ini.


Gunakan karton sebagai tempat kartu. Lapisi karton tersebut dengan kertas hias agar tampilannya menarik. Untuk bagian bawah tempat kartu, bisa kita gunakan kain flanel merah.




Untuk bagian dalam lainnya, gunakan kain flanel merah dan kain flanel hijau. Kain flanel merah sebagai tempat uang kertas dan kain flanel hijau sebagai tempat uang koin.


Kamis, 08 Agustus 2019

Membuat Hiasan Agustusan dari Bahan Bekas

Untuk tema diy kali ini, Hira buat hiasan untuk ngeramein kegiatan Agustusan di lingkungan sekitar#asyiik ^^
Hiasannya seperti di bawah ini

Bahan yang kita butuhkan sangat murah meriah, karena dari bahan bekas, yaitu kertas dari kalender bekas dan kantong plastik warna merah dan putih. Contohnya seperti di bawah ini.

Kalender bekas


Kantong plastik bekas
Ada dua warna yang digunakan


Cara membuatnya:
Gunting kertas kalender dengan ukuran 3,5 cm dan 25 cm. Gunting juga kantong plastik dengan ukuran guntingan kertas kalender
Setelah itu tempelkan kalender bekas di atas potongan plastik bekas dan rekatkan dengan lem. Tunggu sampai lem mengering. Ketika potongan kertas dan plastik itu sudah menyatu, lipat dua potongan tersebut dan disambungkan dengan potongan lainnya.

Minggu, 28 Juli 2019

Make Something Crafty for Your Table

Untuk tema diy kali ini, Hira akan ngulik hiasan di atas meja alias taplak^^ Hira akan nyeritain the making of taplak meja #eh dan seperti biasa idenya biasa gak pake rumit ato mahal. Bahan-bahannya bisa didapat di toko-toko craft sekitar kita. Kali ini kita perlu menyulam di atas kain so jangan lupa alat-alat sulam kalian*_<

Alat-alat yang digunakan :
- Gunting
- Jarum sulam

Bahan-bahannya :
- Kain yang akan dibuat taplak
- Kain flanel
- Renda untuk hiasan
- Pita untuk menyulam
- Benang


Untuk membuatnya gak susah, buat pola dulu di kain lalu kita pasang peralatan sulam dan kita sulam pola tadi. Gunting kain flanel lalu kita tempelkan pada pinggir-pinggir kain lalu tepi-tepinya dijahit.




Agar lebih menarik lagi, di bawah sulaman kita tambahkan renda, jahit renda tersebut agar menempel dengan kain. Mudah kan^^ selamat mencoba >_<

Senin, 24 Juni 2019

Eid mubarak

Hehe...postingan ini mmg super duper telat bgt. Iya, lebaran udah mo sebulan dan Hira baru bisa ngisi blog ini lagi. Yo wes lah, yang penting kita bisa silaturahmi dan maaf-maafan^^