Ruang Baca

Ruang Baca

Senin, 10 Maret 2014

Indonesia Banget: Terima kasih Towi-Liliyana dan Hendra-Ahsan

Di senin pagi yang crowded ini, Hira dapat sms dari bloodsis” gimana all englandnya?” eng ing eng...hira benar-benar lupa klo dinihari tadi final kejuaraan bulutangkis All England, ehm..gara-gara kebanyakan ngurusin Laruku#sadar diri# Hira sampe lupa kalau beberapa hari terakhir ini para pahlawan bulutangkis sedang bertanding di All England. Yep, semua orang deket Hira tahu gimana hebohnya Hira klo ada kejuaraan bulutangkis, mo menang ataupun kalah Hira dengan setia menonton pertandingan bulutangkis tersebut, bahkan yang lebih ekstrim lagi, dulu zaman Hira masih kost setiap ada pertandingan bulutangkis, semua penghuni kost harus ikut nonton bulutangkis#gomen ya mbak dan adik kost#, begitu pun jika Hira nonton bulutangkis di rumah, semua penghuni rumah yang mo nonton acara lain harus siap-siap pindah tempat#gomen, gomen#. Bisa dibilang, nonton bulutangkis sudah menjadi tradisi tersendiri bagi Hira, Ok! Stop ngomongin diri sendiri.

Bulutangkis termasuk olahraga populer di negeri ini, mungkin karena di cabang inilah negeri tercinta ini banyak dikagumi negara lain. Sejak puluhan tahun lalu para maestro bulutangkis dunia lahir dari negeri ini, tak terhitung banyaknya para ahli bulutangkis negeri ini yang ikut memajukan perbulutangkisan di negara lain, lalu apa yang salah jika beberapa tahun terakhir ini prestasi bulutangkis negeri ini kembang-kempis? Mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang (hehe...ok, i think everybody knew the answer so let’s talk about other). Di tengah segala kelesuan prestasi inilah muncul pebulutangkis-pebulutangkis yang menonjol (deep bow untuk semua pebulutangkis yang sudah berjuang untuk negeri tercinta ini ), yes, mereka adalah Towi-Liliyana dan Hendra-Ahsan. Mereka berempat ini silih berganti mengharumkan nama bangsa ini. Salah satunya di final kejuaraan All England dini hari tadi, Towi-Liliyana berhasil memenangkan final pasangan beregu campuran melawan pasangan China dan yang lebih hebatnya lagi ini merupakan kemenangan yang ketiga kalinya berturut-turut di final All England (2012-2014) dan berhasil memecahkan rekor kemenangan pasangan ganda campuran Korsel yang bertahan di All England selama 23 tahun(standing ovation for Towi-Liliyana). Satu lagi pasangan paling impresif dalam kurun waktu satu tahun ini yang membanggakan Indonesia di ajang All England, yep indeed, Hendra-Ahsan menjadi pebulutangkis Indonesia yang paling stabil prestasinya akhir-akhir ini, tren positif mereka berlanjut di All England dengan menjuarai final ganda putra mengalahkan pasangan ganda putra Jepang. Gelar All England ini melengkapi gelar pasangan ini yang tahun lalu memenangkan kejuaraan dunia, final super series dan kejuaraan-kejuaraan lainnya. Terima kasih banyak Towi-Liliyana dan Hendra-Ahsan. Tetap semangat memberikan yang terbaik.


Antara buku dan.......

Dah lama sekali Hira gak ke Senayan, entah kenapa tanpa ada angin en hujan kemarin hira dengan berbaik hati mo nemenin sodara hira ke book fair di Istora. sebenarnya Hira klo ke senayan hampir gak pernah naik komuter, maklum dari stasiun ke pintu I senayan itu kan lumayan, yah kemarin itu di luar nalar hira hehe...hari minggu kemarin hira bener-bener jadi anak baik, diajak ke senayan naik komuter ayuk2 aja. hmm...lumayan gempor juga sih jalan kaki dr Palmerah sampe pintu 1 senayan, mana di jalur situ gak ada angkutan umum. yah, itung-itung olahraga di hari minggu, hampir 4 km buk.....
baru nyampe di pintu I, udah rame banget, usut punya usut ternyata selain ada book fair, di JCC ada mega bazaar dan ada jg acara fotografi, belum lagi di lapangan D yang ada pagelaran musiknya. So, kemarin bener-bener campur baur masyarakat yang ke situ. ok stop sampe sini ngomongin kanan-kirinya.
kita fokus ke buku, yep kemarin itu hari terakhir book fair, jadi yah banyak banget yang daateng, ada diskusi dengan penulis A. Fuadi dan ada juga launching buku Tereliye, cuman hira kebagian sedikit banget diskusinya en jujur aja gak tahu inti dari diskusi tsb haha....kacau deh. mengenai buku ya pastilah banyak diskon, sodara hira aja sampe pulang nenteng tiga tas. OMG ini buku sodara-sodara, hira cuma diem innoncent gitu lihat banyaknya tumpukan buku yang harus di bawa. tanpa terasa setelah jalan keliling stan beberapa kali udah sore , waktunya pulang. uff...dengan tentengan buku hira en sodara kembali lagi ke jalur pintu I senayan. wow, ternyata keramaian bertambah beberapa kali lipat, banyak remaja yang berkaus orange, yap tenyata hari itu ada pertandingan bola, hira dah lama banget gak ngikutin liga bola dalam negeri jadi gak tahu klo sore itu ada yang main di GBK. ya sudahlah, hira juga gak niat ingin nonton jd lebih baik pulang saja, apalagi sodara hira pengen naik komuter lagi en kami harus bergegas karena jam setengah lima jadwal keberangkatan komuter tersebut. klo berangkatnya dari palmerah maka pulangnya kami lewat tanah abang saja, syukurlah masih banyak tempat duduk yang tersedia di gerbong khusus perempuan.Thats all.

Rabu, 05 Maret 2014

A Beautiful Mind: a stories of struggling, faith and sincerity

Judul Film : a Beautiful Mind
Pemain       : Russel Crowe, Jenifer Connely


            Batas antara jenius dan gila memang sangat tipis, hal tersebut dapat kita buktikan dari kisah film ini. Yep, kali ini Hira akan membahas sebuah film yang berjudul a Beautiful Mind, sebuah film beberapa tahun lalu yang sangat membekas di benak Hira. Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata John Nash, seorang pemenang Nobel bidang ekonomi.  John Nash sang pakar matematika memang sangat jenius tetapi hal ini juga yang menyebabkan ia menderita penyakit jiwa skizofrenia. Nash memang beruntung dikaruniai tuhan otak yang jenius sehingga hari-harinya selalu diisi dengan otak-atik rumus yang rumit bin jelimet. Akan tetapi karunia tersebut juga berarti musibah, kejeniusannya mengurung Nash dalam benteng tinggi yang tidak terdaki orang lain, Nash menjadi sosok individualis yang tidak punya teman ngobrol dan berbagi. Akhirnya karunia ini pulalah yang menjebloskannya ke dalam lingkaran skizofrenia, ia berfantasi tentang teman sekamarnya yang bernama Charles (pada kenyataannya di Asrama Princeton, ia tidak punya teman sekamar). Fantasi tersebut semakin menjadi-jadi dengan hadirnya tokoh-tokoh fantasi baru yaitu keponakan Charles dan agen FBI.
            Beruntunglah Nash memiliki istri yang cantik, cerdas dan setia. Istrinya tersebut tiada henti memberi dukungan kepadanya, baik ketika ia dinyatakan gila maupun ketika harus menjalani terapi di rumah sakit jiwa. Istrinyalah yang menjadi penopang keluarga ketika ia diberhentikan dari pekerjaannya di Princeton University, pun ketika ia memutuskan berhenti dari terapi pengobatannya. Istrinya dengan sabar, merawat dan membesarkan hatinya. Sampai ia terpacu dengan cinta sang istri dan bertekad untuk melawan penyakitnya.
            Nash memutuskan untuk kembali ke lingkungan Princeton, ia pun memohon bantuan teman seangkatan kuliahnya yang telah menjadi Dekan di kampus tersebut agar ia diperbolehkan menikmati fasilitas perpustakaan kampus. Ia ingin tetap berkarya dan memanfaatkan kejeniusan otaknya. Hari-hari berat pun dilaluinya, tatapan sinis dan ejekan diterimanya dengan lapang dada. Ia pun sering dikerubungi oleh sekumpulan manusia yang penasaran dengan tingkah anehnya. Belum lagi ia selalu dipojokkan oleh tokoh-tokoh fantasi yang selalu mengiringinya kemanapun ia pergi. Tetapi ia tetap tidak bergeming dan usahanya tersebut mulai menunjukkan titik terang, Suatu hari  ada mahasiswa Princeton University yang penasaran dengan hobinya dalam mengotak-atik rumus di kaca jendela perpustakaan maka mahasiswa tersebut memintanya menjabarkan rumus sulit. Sedikit demi sedikit teman-teman mahasiswa tersebut tertarik dengan penjabaran Nash sampai akhirnya terbentuklah kelompok belajar yang besar. Hal ini pulalah yang menyebabkan pihak Princeton luluh dan menyetujui rencana Nash untuk kembali mengajar di kampus tersebut. Tekad dan perjuangannya ini tidak sia-sia, namanya kembali dikenal oleh kalangan akademis dan para ilmuwan. Penemuannya tentang "keseimbangan equilibrium ekonomi" diganjar dengan hadiah Nobel. Sebuah hasil perjuangan yang manis dan Nash sekeluarga memang patut mendapatkannya.
            Film ini layak Hira rekomendasikan untuk ditonton, selain kisahnya yang menarik dan inspiratif, akting Crowe sebagai pemeran Nash begitu menarik; dari sosok yang jenius dan angkuh menjadi penderita skizofrenia yang bingung, gamang dan begitu menderita. Begitu juga akting Connely sebagai istri yang cerdas, pengertian dan kadang juga gamang sehingga ia layak diganjar dengan piala Oscar sebagai pemeran pembantu wanita terbaik.


Senin, 03 Maret 2014

GUMINTANG DI HATI

Ya bisa dibilang saat ini aku sedang terkena demam penyakit sinting number 1, benar kawan, tebakan kalian tepat....aku sedang dilanda penyakit akut yang tak bisa kunalar dengan logikaku. Penyakit yang sudah menyejajarkanku dengan para penghuni rumah sakit gila........................kadang tertawa sendiri, kadang melamun tak tentu arah, kadang begitu melankolis.......



My Notes
            Kemanapun kumelangkah dia yang selalu terbayang, mungkin dia bisa kusejajarkan dengan memedi yang ingin menakut-nakutiku atau malahan dia seumpama malaikat yang selalu ingin melindungiku ehmm...jadi GR nih. Namun acapkali ada juga pikiran nakal yang menyempil di otakku "kenapa kami enggak lahir kembar siam saja?" sehingga tidak perlu berpisah atau didera perasaan kangen yang mendayu-dayu........ Tawaku selalu berderai jika mengingat pikiran aneh tersebut, karena pasti segala sesuatunya menjadi lucu dan konyol, bagaimana mungkin 2 manusia yang lahir dari rahim berbeda bisa nyambung jadi kembar siam. Lagipula aku enggak bisa ngebayangin gimana monotonnya hidupku jika kondisi tersebut terjadi?



My Notes
            Entahlah....kadang sangat tak masuk akal jika aku didera rasa cemburu padanya, kalau dipikir-pikir apa sih hakku pada hidupnya. Apakah KOMITMEN YANG  KAMI BANGUN AKAN MELEGALKANKU untuk mencampuri segala urusan pribadinya? bisa nelpon puluhan kali dalam sehari hanya untuk mengawasi kegiatannya? membuka-buka hpnya hanya untuk mengecek sms yang dia terima atau menyelidiki teman-teman dekatnya? berlagak jadi sekretaris pribadinya yang mengatur jadwal aktivitas hariannya?. ehmm..mungkin aku lebih cocok jadi baby sitternya saja biar bisa mengawasi semua tingkah-polahnya selama 24 jam nonstop atau jadi pengawal pribadinya juga lumayan....bisa nempel terus kemanapun dia pergi.


My Notes
            Segala sesuatunya menjadi begitu romantis dan indah, pikirankupun seperti dipenuhi ribuan kuntum bunga mawar. Bayangin aja wajah tetanggaku yang setiap hari terlihat sengak menjadi begitu manusiawi, pengemis-pengemis yang tak pernah kupedulikanpun sekarang menjelma menjadi saudara jauh yang harus kubantu,  kucing-kucing jalanan yang biasanya kuusirpun sekarang dengan senang hati kubagi makan. Bunga-bunga di halaman yang biasanya kubiarkan putus asa menanti kiriman air hujan sekarang dengan rajin kusirami air, ikan-ikan peliharaanpun yang biasanya hanya kulirik saja sekarang dengan senang hati kuganti airnya, pendek kata penyakit sinting ini sudah menyerang saraf pikiranku sehingga pikiran negatifku disfunction.



My Notes
            Imajinasi adalah racun bagi penyakit ini, peristiwa yang biasa-biasa saja menjadi sedemikian hiperbolis karena dilakukan berdua. Bayangan-bayangan yang indah selalu menari-nari di kepala, menjerumuskanku pada penyakit saraf yang akut karena tak bisa membedakan antara imajinasi dan kenyataan. Kata-kata rayuan pun mengalir bagai air bah, sampai-sampai tidak bisa dibedakan lagi mana yang sampah dan mana yang beneran? Akulah sang seniman dadakan, yang sayangnya gak tahu apa itu karya seni...amatiran.


My Notes
            Penyakit ini memang ajaib, aku seperti punya cadangan berjuta-juta sel kebahagiaan dalam tubuhku. Segala kesusahan pun terlihat seperti kebahagiaan yang tertunda. Wajahkupun seperti disinari lampu laser karena cerah-ceria sepanjang hari (..gak bisa ngebayangin klo beneran cause wajahku akan ancur kena laser terus-menerus.). Sel kebahagiaan ini juga memasok energi kehidupan yang berlimpah bagiku. Aku seperti orang yang kelebihan energi,  layaknya workaholic yang gila kerja atau olahragawan yang disuplai doping



My Notes
            Dengarkan bunyi detak jantungku...........apakah terdengar seperti irama tetesan air hujan atau gemericik air pegunungan? salah kawan....... jantungku sedang berolahraga jadi iramanyapun ngos-ngosan, kadang perlahan-lahan seperti jalannya becak tapi kadang-kadang juga seperti mobil F1 yang melaju kencang.......mungkin kondisiku saat ini seperti Michael Schummacher yang sedang melahap lintasan sirkuit Monaco, dan kalian semua adalah penghuni tribun penonton yang dengan setia menunggu aksi-aksi balapku, ikut deg-degan dan tak sabar dengan pencapaian akhirnya. Tapi benakku juga diliputi tanya, pencapaian akhir apa yang ingin kuwujudkan dari sport jantung ini? kemenangan, kepuasan, kekuasaan, ataukah kebahagiaan?



My Notes
            Apakah telepati itu benar-benar ada? kalau memang benar-benar ada di kehidupan nyata ini, pasti perusahaan telepon dan telekomunikasi akan bangkrut. Lagian buat apa memakai telepon dan alat-alat telekomunikasi lainnya jika manusia bisa komunikasi jarak jauh lewat telepati. Pasti asyik ya....aku tak perlu buang-buang pulsa telepon jika ingin komunikasi dengan dia, cukup membatin dalam hati dan dia kan tahu apa yang kuinginkan dan kurasakan so sweet ...  Atau kalau marah aku enggak perlu ngluarin kata-kata makian dan kasar padanya cukup membatin dalam hati saja dan efeknya, dia akan merasa dihantui rasa bersalah sehingga enggak enak tidur, enggak enak makan dan ga bisa beraktivitas dengan tenang, weits....pasti menyenangkan juga...klo mau gangguin dia.



My Notes
            Luruh....ketika kumerindukan dia, aku seperti daun kering yang terbang lepas dari tangkainya. Wah...jangan-jangan nasibku akan seperti daun kering, jatuh berdebum ke permukaan tanah atau dalam comberan air yang bau so sad... Rindu ini tak berlogika tapi utuh bersandarkan perasaan. Kuingin meminjam pintu ajaib Doraemon agar bisa menemuinya kapanpun ku didera rindu, tapi Nobita marah gak ya...jika pintu ajaib Doraemonnya kupinjam?...males ah! ribut dengan Nobita.


My Notes
            Tuhan adalah inspirasi terindah dan rasa ini juga hadiah dari keindahan-Nya tapi mengapa keindahan ini seringkali jadi murka ketika kemanusiaan kita telah terbentur pada realitas kehidupan?. Apakah mungkin rasa ini hanya sandiwara? ataukah lelucon yang biasanya selalu kita perlukan agar hidup tidak monoton? Atau hanya jadi inspirasi bagi lagu-lagu romantis? Andai aku seorang musisi, pasti rasa ini sudah menjadi inpirasi lagu-lagu romantis. Wow...pasti keren...Aku bisa membayangkan diriku seperti Jim Morrison yang memetik gitarnya dengan menyenandungkan You make me real, atau mungkin lebih romantis lagi seperti John Legend ketika menyenandungkan Someday, aih..aih...pasti sanggup bikin penggemar musik romantis so emo dan "menangis darah".

My Notes
            Hari ini aku berlagak seperti Sherlock Holmes..Ya benar tebakan kalian kawan.... tanpa kusadari aku telah mengikuti jejak Sir Holmes untuk jadi detektif. Cuman bedanya jika Holmes jadi detektif untuk memecahkan kasus-kasus kliennya, klo aku ingin memecahkan kasus yang disebarkan oleh teman-temanku. Aku sudah pusing tujuh keliling dan kupingku pun sudah panas karena hampir tiap hari teman-temanku menuduhnya selingkuh. Aku sendiri heran kenapa teman-temanku begitu sewot melihat polah-tingkahnya padahal aku yang punya komitmen dengannya saja bersikap masa bodoh. Hampir setiap hari aku dimarahi oleh teman-temanku, dituduh kurang perhatian sama dia, kurang bersukur punya pasangan, kurang gaul sehingga mudah ditipu olehnya, kurang waraslah dlll. Aduh...bisa-bisa aku depresi beneran bukan karena dia selingkuh tetapi karena tekanan dan intimidasi teman-temanku. Gini nih repotnya punya teman yang terlalu perhatian, makan ati...ibu-ibu yang bawel aja kalah cerewet.

My Notes
            Entahlah, akhir-akhir ini aku begitu melankolis, lagu-lagu romantis yang biasanya kulewatkan begitu saja sekarang dengan khusyuk kusimak. Kadang aku begitu antusias untuk tahu sebab-musabab lagu romantis tersebut, mengapa lagu tersebut bisa sedemikian mendayu-dayu. Apakah pengarangnya sedang patah hati atau sedang putus asa memperjuangkan cintanya? kadang aku pun ikut terhanyut dengan lagu tersebut, bisa sedemikian sedihnya karena aku sendiri yang membayangkan diriku dikhianati, ditolak dan diacuhkan. Waduh...penyakit saraf ini sudah sedemikian parah efeknya, gak cuma lagu-lagu romantis yang kulahap sekarang aku juga gandrung banget dengan film-film dan miniseri romantis. Inilah titik terekstrim dalam hidupku, masak....aku bisa menangis tersedu-sedu hanya gara-gara ada film romantis yang bercerita tentang seorang cewek yang dikhianati pacarnya.

My Notes
            Rapuh...ketika dia mengacuhkanku, aku seperti terhempas dalam kegelapan, entah di dalam sumur atau kubangan...yang pasti bukan kuburan karena aku belum benar-benar jadi mayat. Betapa kerdilnya aku, memang kuakui aku pernah menyakitinya tetapi kenapa dia membalasnya demikian sakit. Sampai-sampai aku tak mampu menegakkan kepalaku, aku malu sekali ketika teman-temannya menatapku dengan penuh tanda tanya. Walaupun demikian aku tetap bersukur karena dia gak sampai menyayat-nyayat hatiku pakai silet, hatiku bisa berdarah-darah klo pakai silet.......pasti biaya operasinya mahal kan klo hati berdarah-darah. Aku mencoba legowo, aku ingin menerima dengan hati terbuka apapun yang kan terjadi meskipun acapkali sumpah serapahku terlontar untuknya. Tetapi itulah dia, dengan segala kelebihan dan kekurangannya hadir mengisi hidupku.

Epilog
            Apapun yang kurasakan, apapun rintangan yang kuhadapi ketika bersama dia,  harus kuakui bahwa dialah gumintang dalam hatiku. Aku bisa tertawa, menangis, dihantui rasa cemburu,  marah, bahagia, dendam, dan berarti karena dia. Bisa dibilang dialah penerang kegelapan hatiku yang kadang tak cukup dengan cahaya-cahaya gumintang lainnya, memang dia bukan manusia yang sempurna tetapi ketidaksempurnaanya itulah yang membuat hidupku lebih menarik lagi. Ehm...cinta inilah yang menempatkanku dalam jajaran orang-orang yang paling bahagia di muka bumi ini,...pokoknya layak dapat award kebahagiaan

Minggu, 23 Februari 2014

My days

Jenuh, capek, bosan, lelah mungkin bs ngewakilin semua perasaan hira beberapa hari terakhir ni. it's hard days, kerja yg gak ad habis-habisnya :'( padahal dah hira bela2in begadang tiap mlm, ttp aj kerjaan it blm hbis, harusny weekend jd ajang refreshing en nglakuin hal2 yg mnyenangkan tpiii.....OMG, faighto..faighto ^^kpn selesainy klo ngeluh terus. Mo gimanapun beginilah my days. maaf2 kt klo saat kondisi kyk gni ad kt2 hira yg gak bkenan di hati pr sobat blogger"deep bow"
It's lucky, d tengah pressure yg gak biasa ni ad playlist yg sering nemenin Hira bhkn sampe jauh mlm. tq yak om2 Larc, you're the best
Biar lebih semangat hira sering muter lgu Honey, kadang lagu my dear. tak lupa pula hira dengerin Ledzeppelin, yah playlist kyk kashmir, custard pie dkk emang mantap.

Senin, 17 Februari 2014

Ada Apa Dengan Drummer

Sangat wajar en biasa jika ngelihat salah satu band musik kita langsung terpaku dengan vokalis band tersebut apalagi buat cewek-cewek (Hehe..tak terkecuali g) pasti pertama yang dilihat dari band tersebut adalah vokalisnya. So, kenapa hari ini tiba-tiba g mo ngebahas drummer, apakah karena g dah bosen ngelihat deretan para vokalis yang kece. Stop! G bukannya bosen, neg apalagi benci dengan para vokalis tapi g cm ingin ngungkapin kkaguman g terhadap talenta bermusik para drummer.

G pertama kali terpaku dengan kejeniusan drummer itu saat dengerin gebukan drummer ledzeppelin, semisal di lagu ramble on, custard pie, whola lotta love, imigrant song dll, gebukan drummer band tersebut aka mr. John Bonham begitu khas, unik en gak biasa. Saat itulah g bener-bener ngerasa iri dengan passion para musisi, mereka bermain musik layaknya orang bermain, begitu riang dan bahagia padahal saat itu g lagi dengerin mp3 bukan lagi lihat live perform musik mereka. Sejak saat itulah perhatian g bergeser dari vokalis ke pemain-pemain musik lainnya (bukan hanya drummer aj). G begitu hormat dengan talenta-talenta bermusik mereka yang udah dianugrahin sama Tuhan, passion bermusik mereka ngasih inspirasi bukan hanya ke g tp jg ke para penghuni jagad ini. Tq for be my inspiring, u’r energy give me vivid colors

Minggu, 16 Februari 2014

Fall To Larc (4): Personel Terfavorit

Personel paling favorit? Ehm...sebuah pertanyaan yang super sulit buat g. Sampe  sekarang pun g gak tahu siapa personel yang g anggap paling favorit.
Hyde memang ganteng



tapi Tetsu juga keren,



Yuki dengan gaya acuh tak acuhnya sangat cool



dan Ken paling asyik.




Klo soal musik, gak ada lgi yang meragukan kapasitas individu personel Larc, Tetsu sangat capable dengan basnya, Ken sangat passionate dengan gitarnya dan gebukan drum Yuki pun mantap, apalagi dilengkapi suara Hyde yang indah. Jadi jangan tanya siapa personel paling favorit, karena bagi g, seperti filosofi L’arc en ciel (pelangi) itu sendiri, L’arc enciel adalah kumpulan musik berwarna-warni dari para personelnya, tak ada warna yang menonjol karena keindahan pelangi bukan karena adanya salah satu warna yang dominan. Pelangi indah karena harmonisasi dari warna-warna yang menyusunnya. Begitu juga dengan musik L’arc en ciel yang dinikmati oleh para pendengar musiknya, musik band ini indah karena kontribusi dari semua personelnya. So, tanpa empat personel tersebut apalah artinya L’arc en ciel. Sampe sekarang pun g masih gak bs ngebayangin L’arc en ciel tanpa personel formasi saat ini (g berdoa dg kyusuk mrk gak disband). G juga gak pernah marah dengan proyek solo masing-masing personel, g jg gak serius nikmatin karya solo tersebut, bukan karena g anti ato benci ato hal-hal negatif lainnya tapi lebih jujur dengan diri g sendiri. G ngerasa kemampuan 4 personel ini maksimal saat mereka bersama main musik di Larc, mereka bisa ngehasilin karya-karya yang tak biasa. Aaargh...it’s just my opinion. Konnichiwa.